Tiga Tahapan Besar Presiden Jokowi Dongkrak Ekonomi Indonesia
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rakernas XVI HiPMI di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta

Tiga Tahapan Besar Presiden Jokowi Dongkrak Ekonomi Indonesia

Jakarta (RJ) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabarkan tiga tahapan besar yang akan dilakukan untuk terus mendongkrak ekonomi Indonesia. Ketiga tahapan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, pengembangan industri pengolahan, dan pengembangan industri jasa.

Dalam tahap pertama, Jokowi menyebutkan pembangunan infrastruktur harus menjadi fokus pembangunan saat ini. Dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan maka bisa menurunkan biaya logistik dengan semakin mudahnya keterjangkauan.

“Karena ini yang akan memperkuat competitiveness kita, biaya logistik lebih murah. Yang berkaitan dengan listrik, jalan tol juga sama kita bekerja tiga shift, yang berkaitan dengan airport, jalur kereta api, pelabuhan juga sama. Karena tanpa itu jangan harap kita bisa bersaing,” jelas Jokowi dalam acara Rakernas BPP Hipmi di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/3/2017).

Kedua, industri pengolahan. Ke depan diharapkan tidak ada lagi ekspor barang mentah. Sumber Daya Alam (SDA) yang dihasilkan di bumi pertiwi harus diolah terlebih dahulu sehingga memiliki nilai tambah.

“Jangan kita sekali-sekali pada 10 tahun kedua masih ada yang berjualan bahan mentah, raw material. Semuanya harus barang minimal setengah jadi,” tutur Jokowi.

Ketiga, pengembangan industri jasa. Industri jasa di Indonesia dinilai memiliki potensi yang luar biasa. Misalnya sektor pariwisata, media, dan juga kuliner.

“Kemudian di 20 tahun ketiga, kita harus bisa masuk besar-besaran ke industri jasa. Kekuatan kita sebetulnya kekuatan alam. Sekarang kita baru proses bangun 10 destinasi wisata baru. Masuk di sana, masuk di sarana pendukung,” jelas Jokowi.

“Dan ini adalah anak-anak muda yang bisa, sudah enggak bisa lagi bisnis yang seumur saya masuk, sulit. Anak muda yang harus masuk ini,” ujar Jokowi.

Pemerataan ekonomi

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi komitmen dalam pemerataan ekonomi. Salah satunya dengan redistribusi lahan-lahan yang tersebar di seluruh provinsi. Totalnya, ada sekitar 21 juta hektar (ha) lahan.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution, menjelaskan redistribusi lahan untuk mengatasi masalah ketimpangan ekonomi. Selama ini pemerintah fokus pada program-program yang mendorong pertumbuhan ekonomi seperti pembangunan infrastruktur, industri, pemangkasan perizinan.

Kini untuk melengkapi program-program pendorong pertumbuhan ekonomi itu, dibuat program yang menciptakan pemerataan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tak hanya dirasakan segelintir rakyat saja.

“Pemerataan itu adalah pasangan dari yang sudah ada saat ini. Yang ada selama ini kan infrastruktur, deregulasi, industri itu adalah untuk pertumbuhan. Harus ada pasangannya untuk pemerataan, yang intinya memberi dukungan, memberi modal kepada rakyat, memberi kesempatan,” kata Darmin.

Dari 21 juta ha lahan yang dibagikan, 9 juta hektar untuk reforma agraria dan 12,7 juta hektar program perhutanan sosial. Pemerintah sedang mengidentifikasi siapa saja yang berhak untuk memperoleh lahan-lahan ini.

“Jadi sebenarnya nanti ada namanya tanah untuk reforma agraria. Itu kita sudah punya daftarnya, nanti kita juga identifikasi masyarakat yang berhak untuk memperoleh. Ada lagi nanti kelompok lain 12,7 juta hektar, itu bukan untuk dibagikan. Itu untuk diberi izin ke masyarakat mengolahnya selama beberapa tahun. Ada konsesinya, mungkin 10 tahun, paling tidak 5 tahun lah,” tukasnya.

Lahan-lahan konsesi akan dikelola secara cluster, dikembangkan untuk kegiatan-kegiatan produktif.

“Bisa misalnya untuk hortikultura, ini dikelola secara cluster, tidak masing-masing. Kalau masing-masing nanti tidak jadi apa-apa,” katanya.

Kebijakan redistribusi lahan dan reforma agraria ini bukan bagian dari paket kebijakan ekonomi. Kata Darmin, ini lebih dari paket kebijakan.

“Itu bukan bagian dari paket deregulasi, bukan paket kebijakan. Itu lebih dari paket,” ujarnya.

Darmin berjanji akan menjelaskan lebih rinci mengenai lahan-lahan yang akan dibagikan, penerimanya, pengelolaannya, kegiatan produktif yang akan dikembangkan, dan sebagainya.”Itu ruwet menjelaskannya, nanti kita bicarakan lagi di tempat saya,” pungkasnya. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: