Tanjung Priok Bersiap Jadi Pelabuhan Hub Internasional Gantikan Singapura
Wajah baru Pelabuhan Tanjung Priok tengah bersiap menjadi hub internasional menggantikan gantikan Singapura

Tanjung Priok Bersiap Jadi Pelabuhan Hub Internasional Gantikan Singapura

Jakarta (RJ) – Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi hub internasional yang rencananya beroperasi pada semester II 2017. Sejumlah persiapan telah dilakukan PT Pelindo II mulai dari menyiapkan kapasitas pelabuhan dan kedalaman kapal.

“Kita menyiapkan fasilitas, yang kita siapkan kapasitas pelabuhannya harus cukup, dermaganya cukup, alatnya cukup, sistemnya ada,” kata Direktur Teknik dan Manajemen Resiko Pelindo II, Dani Rusli Utama, Kamis (9/2/2017).

Saat ini kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 8,5 juta TEUs, jumlah ini meningkat daripada tahun lalu hanya 6 juta TEUs. Ia meyakini dengan kapasitas saat ini mampu menjadikan Priok sebagai hub internasional.

“Kapasitasnya sekarang ada di sekitar 8,5 juta sampai 9 juta TEUs. Dengan kapasitas ini sudah bisa karena tahun kemarin sekitar 6 juta TEUs. Jadi sebetulnya spare-nya masih cukup banyak spare-nya, masih di atas 2 sampai 3 juta TEUs, masih cukup saat ini,” ujar Dani.

Ia menyebut saat ini kapal berkapasitas besar sudah bisa menyandar di Priok berkapasitas 10.000-12.000 TEUs per vessel. Saat ini 3 perusahaan shipping line telah bekerja sama untuk menjadi armada pengiriman ekspor impor di Priok.

Pelindo juga terus berupaya mendekati perusahaan shipping line besar lainnya untuk mau menyandar di Priok. Selain itu Pelindo juga melakukan pendekatan sosialisasi ke pengguna jasa terkait hub internasional ini.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pelindo II/IPC Banu Astrini menyebut Pelindo tengah mengatur layanan transhipment dengan beberapa shipping line internasional.

“Secara khusus, perusahaan juga sedang mengatur pola pelayanan transhipment dengan beberapa shipping lines internasional. Untuk koneksi pelayanan pelabuhan domestik untuk mendukung transhipment, perusahaan juga mengusahakan standarisasi pelayanan untuk terminal-terminal petikemas terkait,” imbuhnya.

Tak lagi ke Singapura

Secara terpisah, Dirut Pelindo II Elvyn G Masassya menargetkan, arus peti kemas mencapai 1,5 juta TEUs (Twenty – Foot Equivalent Unit)  yang akan dicapai secara bertahap. Walaupun nilainya masih kecil, ia menyebut tidak mengapa karena setidaknya ini masih tahap awal untuk menjadi hub internasional.

“Target troughput-nya bisa mencapai 1,5 juta TEUs secara bertahap. Setidaknya Priok mulai meningkatkan aktivitas transhipment international, walaupun nilainya belum sebesar Singapura,” kata Elvyn..

Meski begitu, ia meyakini akan ada sebagian perusahaan kapal besar yang ada di Singapura mengalihkan rutenya ke Priok. Hal itu karena pasar di Indonesia cukup banyak.

“Sebagian market port Singapura tentunya akan beralih,” ujarnya.

Elvyn mengatakan saat ini Priok berkapasitas 8,5 juta TEUs, saat ini sedang dibangun dalam proses 2 terminal lagi yang berkapasitas total 3 juta TEUs. Kapasitas ini dinilai sudah dapat menjadikan Priok sebagai hub.

Saat ini telah ada 3 perusahaan shipping line yang akan melayani pengiriman ekspor dan impor untuk melayani hub internasional ini.

Pada tahap pertama, layanan hub internasional ini akan ditujukan ke negara Asia Timur yang muatannya berasal dari Sumatera Tengah, Sumatera Selatan hingga Jawa seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Tahap pertama akan dimulai dengan transhipment untuk tujuan Asia Timur yang kargo-nya berasal dari Sumatera Tengah atau Selatan dan Jawa,” ujarnya

[A2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: