Stadion Jaya Perkasa Purwakarta, Stadion Berkonsep Olahraga dan Museum Digital
Stadion Jaya Perkasa Purwakarta

Stadion Jaya Perkasa Purwakarta, Stadion Berkonsep Olahraga dan Museum Digital

Purwakarta (RJ) – Pemerintah Kabupaten Purwakarta membangun Stadion Jaya Perkasa senilai Rp 300 miliar.

“Luasnya 12 hektar, dibangun sejak 2015. Anggaran dari 2015 hingga selesai nanti di 2018 diperkirakan Rp 300 miliar,” ujar Bupati Dedi Mulyadi, Selasa (17/1/2017).

Dedi menjelaskan, anggaran Rp 300 miliar bersumber dari APBD murni Purwakarta tahun 2015-2018. Untuk tahun ini yang dianggarkan Rp100 miliar.

Stadion tersebut terdiri dari beberapa sarana untuk olahraga. Yakni sepakbola, tenis, basket, beladiri, anggar, futsal, renang, dan menembak.

Dalam pemantauannya hari ini, beberapa sarana olahraga sudah rampung. Seperti lapangan futsal, anggar, beladiri, dan tenis. Sementara lapangan basket dan menembak tengah dalam perbaikan. Adapun kolam renang masih dalam proses pembangunan.

“Kami juga punya lapangan sepakbola. Kapasitas 35.000 penonton. Saat ini masih dalam penyempurnaan,” tuturnya.

Stadion ini nantinya akan dilengkapi taman rekreasi keluarga. Karena tujuan pembangunan stadion ini bukan hanya penyelenggaraan pertandingan tapi juga tempat rekreasi keluarga.

“Tujuan saya membangun stadion untuk masyarakat Purwakarta agar bisa berolahraga dengan nyaman. Kalau di daerah lain pembangunan dilakukan karena akan ada event pertandingan. Di Purwakarta sengaja dibangun untuk masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, semua fasilitas olahraga tersebut gratis. Namun karena potensi kerusakan sarana olahraga lebih besar dibanding tempat rekreasi biasa, nanti akan diatur skema pengelolaannya.

“Stadion ini rencananya akan dibuka untuk umum pertengahan tahun ini,” sebutnya.

Konsep olahraga dan museum digital
Stadion Purwakarta yang diberi nama Stadion Jaya Perkasa menggabungkan konsep sarana olah raga modern dengan museum digital. Dengan penggabungan ini, masyarakat bisa menikmati olahraga sekaligus rekreasi.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, sarana olahraga harus memiliki unsur pariwisata dan sejarah. Karena tidak semua orang yang datang ke SOR akan berolahraga.

“Bisa saja mereka datang hanya untuk nonton atau main,” ujar Dedi.

Karena itu, stadion akan dilengkapi Museum Digital Olahraga. Lorong-lorong stadion akan dibangun tematik. Ada lorong yang menceritakan sejarah pencaksilat, renang, anggar, basket, dan lainnya dalam bentuk digital.

“Jadi pengunjung tidak hanya menikmati dan menonton olahraga tapi belajar tentang sejarah olahraga,” ungkapnya.

Museum Digital Olahraga ini sekaligus menambah deretan museum diorama yang sudah ada. Purwakarta menargetkan, 2017 ini, sebanyak 25 museum digital hadir di Purwakarta.

“Museum Digital Olahraga menggunakan teknologi yang sama dengan museum diorama lainnya. Nantinya, tembok di sepanjang sarana olah raga ini akan lebih hidup dengan museum tersebut,” tuturnya.

Stadion Jaya Perkasa berada di Sindangkasih, Purwakarta. Stadion ini dibangun bertahap di atas 12 hektare lahan.

Anggarannya sendiri diperkirakan menghabiskan Rp300 miliar murni dari APBD Purwakarta tahun 2015-2018. Dana tersebut, selain digunakan untuk pembangunan berbagai sarana olahraga dan Museum Diorama Olahraga juga digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa penambahan akses jalan dan pelebaran jalan menuju stadion. [A3]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: