Slovakia Larang Islam Jadi Agama Resmi di Negaranya
Negara Slovakia

Slovakia Larang Islam Jadi Agama Resmi di Negaranya

Slovakia (RJ) – Islam resmi dilarang menjadi agama resmi di Slovakia setelah undang-undangnya disahkan parlemen. Dalam keputusan tersebut, disebutkan jika sebuah agama harus memiliki setidaknya 50 ribu pemeluk untuk memenuhi syarat menjadi agama resmi, sedangkan di Slovakia hanya ada sekitar 2.000 Muslim yang terdaftar dalam sensus.

Slovakia memang merupakan salah satu negara yang menentang keras kehadiran imigran di Eropa, yang sebagian besar merupakan Muslim. PM Slovakia, Robert Fico bahkan sempat mengatakan jika Islam tidak memiliki tempat di Slovakia.

Parlemen Slovakia pada Rabu (30/11/2016) memutuskan untuk mengadopsi kebijakan yang diserukan oleh Partai Nasional Slovak (SNS), yang mengharuskan bahwa sebuah agama harus memiliki setidaknya 50 ribu pemeluk untuk memenuhi syarat menjadi agama resmi. Jumlah itu merupakan peningkatan dari kebijakan sebelumnya, yang mengharuskan 20 ribu pemeluk.

Agama resmi di Slovakia akan mendapatkan subsidi negara dan diberi keleluasaan untuk mengelola sekolah khusus agama itu.

Kebijakan ini menyulitkan Islam untuk didaftarkan sebagai salah satu agama resmi di Slovakia, negara yang saat ini memiliki 2.000 warga Muslim, menurut data dari sensus teranyar.

Namun, Yayasan Islam di Slovakia memperkirakan jumlah umat Muslim di negara itu mencapai sekitar 5.000 orang. Selain itu, di Slovakia juga tida ada satupun masjid yang diakui oleh pemerintah.

SNS berdalih bahwa kebijakan baru itu dimaksudkan untuk mencegah pendaftaran sejumlah gereja tak resmi, seperti Gereja Monster Spageti Terbang, yang secara mengejutkan memiliki pengikut dari seluruh negara di dunia. Jika kebijakan baru itu dimaksudkan untuk mencegah pendaftaran sejumlah gereja tak resmi, seperti Gereja Monster Spageti Terbang, yang ternyata memiliki pengikut dari seluruh dunia.

“Islamisasi dimulai dengan kebab dan itu sudah berlangsung di Bratislava, mari kita menyadari apa yang bisa kita hadapi dalam lima sampai 10 tahun. Kita harus mengerahkan seluruh kemampuan agar tidak ada masjid yang dibangun di masa depan,” ujar Ketua SNS, Andrej Danko, dilansir Reuters, Kamis (1/12/2016)

Danko menyebutkan sejumlah langkah untuk mencegah pendaftaran Islam sebagai agama resmi, melarang pemakaian burqa di ruang publik, serta melarang pembangunan masjid.

Terkait larangan yang diberlakuka, belum ada tanggapan dari Yayasan Islam Slovakia.

Slovakia merupakan negara kecil yang terletak di tengah Eropa dengan populasi mencapai 5,4 juta warga. Sebanyak 62 persen di antaranya memeluk agama Katolik Roma.

Uni Eropa hingga kini masih kesulitan menampung lebih dari 1,36 juta imigran yang menginjakkan kaki di Benua Biru itu sejak awal 2015. Serangkaian serangan yang dilakukan kelompok ekstremis dengan mengatasnamakan Islam juga memicu sentimen anti-Muslim di berbagai negara di Uni Eropa, khususnya di kalangan pendukung partai sayap kanan yang dikenal antiimigran. [A2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: