Setda Bogor Ajak Camat Jonggol Tinjau Lokasi Yayasan Thalita Cumi
Aksi unjuk rasa warga Bukit Menteng Citra Indah City menolak perpanjangan izin Yayasan Thalita Cumi Mama Sayang

Setda Bogor Ajak Camat Jonggol Tinjau Lokasi Yayasan Thalita Cumi

Jonggol (RJ) – Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Bogor Adang Saptandar mengajak Beben Suhendar, Camat Jonggol Beben Suhendar untuk meninjau lokasi Yayasan Thalita Cumi “Mama Sayang” di Bukit Menteng RT 01/RW 08 Citra Indah City Desa Sukamaju Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor yang ditolak perpanjangannya, karena diduga telah melakukan eksploitasi anak untuk menghimpun dana bagi yayasan tersebut.

Ajakan itu tertuang dalam surat undangan nomor : 005/163/Kesra pada 6 Pebruari 2017. Dalam surat yang diteken oleh Asissten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bogor Burhanuddin tersebut, mengatakan, guna menindaklanjuti rapat koordinasi pada 2 Pebruari 2017 lalu, mengenai fasilitasi pembahasan operasional Yayasan Thalita Cumi Mama Sayang di Perumahan Cluster Citra Indah City Kecamatan Jonggol.

Sehubungan hal tersebut, dalam rangka tindaklanjut verifikasi lapangan dengan ini, diminta bantuannya untuk menghadirkan pejabat yang membidangi pada peninjaun lokasi yang dilakukan pada Kamis (9/2/2017) pukul 10.00 WIB.

“Acara peninjauan lokasi Yayasan Thalita Cumi Mama Sayang Jonggol. Tempat Yayasan Thalita Cumi Mama Sayang Jonggol. Titik kumpul di kantor Camat Jonggol,” kata Setda Bogor Adang Saptandar seperti disampaikan Burhanuddin, Asissten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bogor dalam suratnya.

Setda Bogor menambahkan, karena pentingnya acara tersebut, ia meminta Camat Jonggol dan pejabat yang membindangi agar hadir pada waktunya.

Sebelumnya, warga Bukit Menteng Citra Indah City, Jonggol, Kabupaten Bogor menolak perpanjangan ijin domisili Yayasan Thalita Cumi. Sebab, yayasan tersebut diduga telah mengekspolitasi anak-anak terlantar untuk menghimpun dana di internet melalui website http://www.mamasayang.org dan gereja-gereja.

“Diduga memanfaatkan anak untuk kepentingan menghimpun dana. Yayasan Mama Sayang Thalita Cumi mengurus anak terlantar yang tidak mampu, diekspos di internet dan gereja-gereja,” kata Teguh SW, warga Bukit Menteng, Citra Indah City, Kamis (2/2/2017).

Teguh mengatakan, warga Bukit Menteng meminta agar keberadaan Yayasan Thalita Cumi direlokasi atau dipindahkan dari lingkungan rumah mereka. ” Betul harus pindah dari Bukit Menteng,” katanya.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor melalui suratnya nomor : 005/806-Kesra pada tanggal 31 Januari 2017 mengundang pihak-pihak terkait untuk hadir dalam rapat pembahasan Yayasan Thalita Cumi “Mama Sayang.

“Menindaklanjuti surat dari Kantor Hukum R Arip dan Rekan Nomor: 025/RA&R/XII/2016 tanggal 27 Desember 2016 tentang permohonan kegiatan operasional dan relokasi Yayasan Thalita Cumi “Mama Sayang”, dengan ini Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengadakan rapat,” kata Adang Suptandar, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor dalam suratnya.

Rapat tersebut digelar pada Kamis (2/2/2017), bertempat di ruang Setda I Kabupaten Bogor. Adang meminta agar semua pihak terkait yang diundang agar menghadiri rapat tersebut, dan tidak diwakilkan. Surat tersebut ditembuhkan kepada Bupati Bogor Nurhayanti.

Teguh mengatakan, warga Bukit Menteng diwakili Kantor Law Firm Arif & Rekan. Hadi pula semua Tripika, Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Jonggol, Ketua RW 08, Ketua RT 01 Deni Saputra dan perwakila warga Bukit Menteng. Sedangkan dari Yayasan Thalita Cumi diwakili Jevlin dan Serdy.

“Warga yang diwakili oleh Kantor Law Firm Arip & Rekan menyampaikan bahwa keberadaan Yayasan sudah harus direlokasi, karena warga sudah sangat toleran sejak tahun 2003,” tegas Teguh.

Dari hasil rapat pembahasan Yayasan Thalita Cumi “Mama Sayang” itu, Sekda Kabupaten Bogor Adang Saptandar akan menugaskan kepala dinas terkait untuk segera melakukan survei ke lokasi yayasan tersebut. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: