Sediakan Anggaran Rp 71.54 Triliun, BTN akan Salurkan KPR sebanyak 667.312 Unit

Sediakan Anggaran Rp 71.54 Triliun, BTN akan Salurkan KPR sebanyak 667.312 Unit

Jakarta (RJ) – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sepanjang 2017 telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebanyak 667.312 unit. Nilai pembiayaannya mencapai Rp 71,54 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono menjabarkan, dari total penyaluran KPR itu terdiri dari KPR bersubsidi sebanyak 481.329 unit senilai Rp 34,16 triliun. Pembiayaan tersebut masuk dalam program 1 juta rumah.

“Program 1 juta rumah diperhitungkan untuk membiayai atau dibiayai oleh perbankan dalam hal ini termasuk BTN,” tuturnya di Menara BTN, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Namun sebenarnya BTN ditargetkan menyalurkan KPR bersubsidi pada 2017 sebanyak 504.122 unit. Itu artinya untuk KPR bersubsidi BTN tak capai target.

“Sedangkan KPR subsidi memang belum tercapai target,” imbuhnya.

Sementara untuk KPR non subsidi BTN telah menyalurkan untuk 185.983 unit dengan nilai Rp 37,37 triliun. Angka itu sudah melebihi target yang ditetapkan sebanyak 161.878 unit.

Kendati begitu secara keseluruhan penyaluran KPR BTN di 2017 sebanyak 666.000 unit. “Jadi kalau ditotal pencapaiannya sebenarnya di atas 100% dari target,” imbuhnya.

Sementara untuk tahun ini BTN ditargetkan menganggarkan penyaluran KPR dalam program 1 juta rumah sebanyak 750.000 unit.

Suku bunga 9 %
Pada kesempatan itu, Direktur Utama BTN Maryono memberi sinyal BTN akan memangkas suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Bank plat merah ini menargetkan suku bunga KPR bisa turun jadi single digit.

Ia mengatakan penurunan suku bunga KPR sebenarnya tergantung dari biaya dana atau cost of fund perseroan. Jika bisa ditekan maka ada kemungkinan suku bunga KPR BTN bisa diturunkan.

“Tahun ini kita tetap berusaha akan melakukan penurunan suku bunga. Tapi kita tetap melihat cost of fund itu. Karena faktor dari pada penurunan suku bunga berasal dari cost of fund biaya dana. Kalau ini kita lihat akan mengalami penurunan secara terus atau stabil,” katanya.

Maryono mengatakan, saat ini suku bunga normal KPR BTN berada di level 10-10,5%. Pihaknya pun menargetkan bisa diturunkan ke level 9-9,5%.

“Nanti akan kita lakukan penurunan di suku bunga kreditnya. Kita kalau bisa satu digit. Sekarang sebetulnya sudah mendekat satu digit, kita kan antara 10-10,5%. Kita tinggal menargetkan antara 9-9,5%,” imbuhnya.

Sekadar informasi, sepanjang 2017 BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 198,99 triliun naik 21,01% dari Rp 164,44 triliun di 2016. Penyaluran kredit BTN masih didominasi oleh kredit perumahan yang mencapai 90,07% dari total pinjaman yang disalurkan perseroan.

Kredit perumahan yang disalurkan perseroan juga naik 21,14% dari Rp 147,94 triliun menjadi Rp 179,22 triliun. Di segmen kredit perumahan, KPR pun ikut naik 23,26% dari Rp 117,3 triliun pada 2016 menjadi Rp 144,58 triliun.

Sumber: Detikfinance

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: