Sebuah Surat Meledak saat Dibuka di Kantor IMF
Polisi berjaga di luar kantor IMF usai ledakan terjadi

Sebuah Surat Meledak saat Dibuka di Kantor IMF

Paris (RJ) – Sebuah surat meledak saat dibuka di kantor Dana Moneter Internasional (IMF) yang ada di Paris, Prancis. Seorang wanita staf IMF mengalami luka-luka di bagian wajah dan lengan akibat ledakan itu.

Dituturkan kepolisian setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (17/3/2017), surat yang tiba lewat pos itu, diketahui dikirimkan dari Yunani dan ditujukan untuk kantor perwakilan IMF di Eropa. Surat itu dibuka oleh seorang sekretaris di kantor IMF Paris itu.

Sekretaris yang tidak disebut identitasnya, mengalami luka-luka akibat terkena ledakan saat membuka surat itu. Untungnya, luka-luka yang dialami korban tidak membahayakan nyawanya. Pendengaran korban juga terkena sedikit gangguan karena suara ledakan yang cukup keras saat surat dibuka.

Kepolisian setempat menyebut, ledakan itu memicu sedikit kerusakan pada salah satu sudut kantor IMF di Paris. Jeffrey Franks yang sudah bekerja selama 24 tahun di IMF, tercatat sebagai Direktur Kantor Perwakilan Eropa untuk IMF sejak Maret 2015.

Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Kantor jaksa antiteroris di Paris telah memulai penyelidikan atas insiden ini.

Pada surat yang meledak di Paris ini, polisi menemukan sebuah alamat pengirim di Yunani. “Otoritas Prancis baru saja memberitahu kami bahwa surat itu dikirimkan dari Yunani,” tutur Menteri Ketertiban Publik Yunani, Nikos Toskas, kepada Ant1 Television.

Kepala Kepolisian Paris, Michel Cadot, menyatakan ledakan pada surat di kantor IMF itu berasal dari bom rakitan. “Seperti petasan besar,” sebutnya.

Saat ditanya apakah kantor IMF di Paris itu pernah menerima ancaman sebelumnya, Cadot menjawab: “Ada beberapa telepon beberapa hari terakhir, tapi sepertinya tidak terkait insiden ini.”

Diketahui bahwa IMF pernah terlibat perundingan antara Yunani dengan kreditur internasional, yang membahas pinjaman baru untuk Athena beberapa waktu lalu. Direktur IMF, Christine Lagarde yang juga mantan Menteri Perekonomian Prancis, mengecam ledakan ini sebagai ‘aksi kekerasan pengecut’.

Insiden serupa, namun tanpa ledakan, terjadi di Jerman. Kantor Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble di Berlin menerima sebuah paket bom pada Rabu (15/3/2017) waktu setempat. Paket itu diketahui dikirimkan dari Yunani. Kelompok militan asal Yunani, Conspiracy of Fire Cells, kemudian mengklaim bertanggung jawab atas paket bahan peledak untuk Schaeuble itu. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: