Satnarkoba Polres Bogor Ungkap Penanaman Ganja di Kawasan Puncak
Satnarkoba Polres Bogor merilsi pengungkapkan kasus penanaman ganja di kawasan Puncak (Foto: Polres Bogor)

Satnarkoba Polres Bogor Ungkap Penanaman Ganja di Kawasan Puncak

Bogor (RJ) – Tempat pembibitan dan penanaman narkotika golongan 1 ganja di kawasan Puncak Bogor diungkap Satnarkoba Polres Bogor.

Temuan tersebut merupakan hasil dari Operasi Antik Lodaya 2018 terkait penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang.

Tiga warga Puncak, Kabupaten Bogor, diciduk petugas Polres Bogor lantaran menanam ganja di lahan seluas 300 meter persegi. Ketiga pelaku HA (47), S (30), dan A (29) menanam ganja di hutan kaki Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan, terbongkar kasus ini setelah pihaknya mendapat laporan dari warga terkait keberadaan ladang ganja. Kemudian anggota melakukan surveilance dan dari hasil penyelidikan dan menangkap pelaku S.

“Dari S ini diketahui tanaman ganja yang divideokan adalah milik HA,” kata Dicky kepada wartawan di Mapolres Bogor, Jumat (30/11/2018).

Setelah dilakukan penelusuran, petugas menangkap HA dan A di Kampung Hegarsari, RT 001/016, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Saat digeledah ditemukan tiga batang pohon ganja dan tujuh buah kecambah ganja yang ditanam dalam pot ember bekas cat. Pelaku menyembunyikannya di plafon atap rumah.

Dicky menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pelaku mengaku menanam ganja juga di lahan seluas 300 meter, di kawasan kaki Gunung Mas, Puncak, Bogor. “Lokasi yang letaknya tersembunyi di tengah hutan itu sengaja dibuat kamuflase seolah taman atau camping ground. Padahal itu tempat pembibitan ganja,” ujarnya.

Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam mengatakan, dari keterangan tersangka HA dan A, bahwa mereka mendapatkan bibit dari seseorang yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

“Lalu manakala ganja yang ditanamnya panen, dijual kepada AN yang juga DPO. Saat kita datangi ke kediaman masing-masing DPO tak ditemukan, pada pelaku buron itu sudah pada kabur dan saat ini sedang dalam pengejaran,” jelasnya

Menurutnya, dari keterangan para pelaku mereka menanam ganja itu sengaja memanfaatkan lahan milik negara yang jauh dari jangkauan manusia. “Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku bercocok tanam sejak empat bulan lalu,” ungkapnya.

Selain memasang garis polisi, pihaknya juga menyita satu tenda, 122 bungkus tanah dalam plastik polibag yang telah ditaburkan bibit ganja, 14 batang pohon ganja berukuran sedang, tujuh buah kecambah, pupuk urea dan peralatan pertanian.

“Untuk sementara ini sudah termasuk yang hulunya. Kalau diurut rantainya hulunya itu penanaman itu kan, produksi. Para pelaku akan kita jerat pasal 114 ayat 1 dan 111 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman seumur hidup dan minimal 5-20 tahun penjara,” katanya. [A2]

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: