Puluhan Angkot di Bogor Mogok Beroperasi
Sejumlah angkot di Bogor mogok beroperasi

Puluhan Angkot di Bogor Mogok Beroperasi

Bogor (RJ) – Puluhan angkot di Bogor, Jawa Barat berhenti beroperasi karena keberadaan angkutan online. Para penumpang dipaksa turun dari angkot.

Pantauan di Jalan KH Soleh Iskandar, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/3/2017), sekitar pukul 10.30 WIB, terlihat puluhan angkot nomor 32 jurusan Cibinong-Ciomas memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan untuk melakukan aksi. Tidak sedikit pula sopir angkot yang terpaksa menurunkan penumpangnya dan berhenti beroperasi.

“Kita minta pemerintah atur angkutan online, terutama itu angkutan mobil online. Pendapatan kita benar-benar berkurang, jangankan buat kebutuhan, buat setoran sehari-hari saja kita kurang. Ini keberadaan transportasi online benar terasa akibatnya,” ujar sopir angkot nomor 32 jurusan Cibinong-Ciomas, Ali, di lokasi.

Seorang penumpang bernama Dendi mengaku dua kali disuruh turun dari angkot. Ia mengatakan awalnya akan pergi ke Stadion Pakansari, Cibinong, untuk melihat tim nasional Indonesia berlatih.

“Saya sudah dua kali disuruh turun dari angkot. Pertama saya disuruh turun di depan Bogor Icon (Jalan Soleh Iskandar), saya naik lagi tapi disuruh turun lagi di sini,” kata Dendi, saat ditemui di bawah underpass Tol BORR.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bogor, Syaiful Mirzak menyebut, mengatakan aksi ini bukan merupakan mogok massal. Ia bersama sopir angkot lainnya berencana mendatangi kantor Pemkab Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor untuk melakukan mediasi perihal keberadaan angkutan online di Bogor.

“Tidak melakukan mogok, kami ingin mediasi dulu, curhat ke dengan Pemkab hari ini. Bila tuntutan kami dihiraukan, kami akan akan lakukan mogok massal,” kata Syaiful saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/3/2017).

Menurutnya Syaiful, keberadaan angkutan berbasis aplikasi sangat mempengaruhi pendapatan angkutan reguler. Penurunan pendapatan bisa mencapai 50 hingga 70 persen.

“Ini harus sesuai aturan, jangan yang sudah mematuhi aturan yang jadi korban,” pungkas Syaiful. [A4]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: