Perbanyak Konsumsi 6 Jamur Ini Secara Rutin, Bisa Pertajam Memori Otak
Konsumsi jamur tiiram, salah satu dari macam jamur yang bisa mencegah kerusakan memori otak dan mmperatjam memori otak

Perbanyak Konsumsi 6 Jamur Ini Secara Rutin, Bisa Pertajam Memori Otak

Jonggol (RJ) – Para peneliti temukan manfaat konsumsi jamur terhadap kesehatan otak. Menurut mereka, rutin konsumsi jamur bisa cegah gangguan memori otak dan mempertajam memori otak.

Penelitian yang diterbitkan oleh National University of Singapore dalam Journal of Alzheimer’s Disease menyebut bahwa adanya antioksidan unik dalam jamur. Antioksidan itulah yang bantu lindungi fungsi otak lapor NextShark pada Jumat (15/3/2019) lalu

Awalnya peneliti mengamati sebanyak 663 orang dewasa China yang berusia di atas 60 tahun. Mereka memperhatikan pola makan dan gaya hidup ratusan lansia itu dari mulai tahun 2011 hingga 2017. Peneliti juga bertanya pada tiap peserta, seberapa sering mereka memakan enam jenis jamur, yakni jamur tiram, shiitake, kancing putih, kering, emas, dan kaleng.

Lewat hal itu, peserta yang melahap lebih dari dua porsi jamur per minggu justru memiliki risiko lebih kecil terkena gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment/MCI). Para ahli memaparkan bahwa konsumsi jamur menurunkan risiko MCI sebesar 50% pada peserta tersebut dibanding mereka yang hanya melahap kurang dari satu porsi jamur per minggu.

MCI merupakan gangguan kognisi yang mengarah pada dimensia. Pada tahap ini gejalanya agak sulit dikenali. Namun ada gangguan pada fungsi kognitif seperti dalam berbicara, ingatan hingga masalah konsentrasi.

Peserta yang makan lebih banyak jamur ternyata memiliki kinerja otak yang lebih baik saat berpikir dan mengerjakan tes. Mereka juga menunjukkan proses berpikir yang lebih cepat.

Menurut ahli, keuntungan itu didapat pada peserta yang mengonsumsi lebih dari dua porsi jamur dalam seminggu atau lebih dari 300 gram.

Meski begitu, para peneliti menjelaskan kalau mereka belum mengetahui kaitan langsung antara jamur dan fungsi otak. Menurutnya, harus dilakukan penelitian lebih untuk mencari kaitan anatar keduanya.

Tapi Lei Feng selaku penulis utama peneletian yang juga seorang asisten profesor dari departemen kedokteran psikologis universitas merasa terdorong karena temuan mereka.

“Korelasi ini mengejutkan dan membesarkan harapan,” tutur Lei pada BBC.

Hal ini bisa saja benar lantaran jamur merupakan sumber makanan yang kaya ergothioneine. Ergothioneine merupakan zat antioksidan dan anti inflamasi yang tidak bisa dibuat oleh tubuh manusia.

Selain itu, jamur juga memiliki nutrisi dan mineral penting lainnya seperti vitamin D, selenium dan spermidine. Bahan yang bisa melindungi kerusakan neuron juga ada pada jamur. [A1]

2 comments

  1. Salam kenal
    Kami sebagai sahabat Asep Mardi yang tinggal di desa Sukadamai kecamatan Sukamakmur kabupaten Bogor antusias dengan tulisan

    Sekali lagi tulisan ini sungguh menarik dan menyemangati anak muda selaku pengusaha muda bidang jamur tiram. Mohon ijin re publikasi via webnya https://rumahjamurjonggolpintar.business.site/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: