Pemkab Cianjur akan Aktifkan Kereta Wisata ke Gunung Padang

Pemkab Cianjur akan Aktifkan Kereta Wisata ke Gunung Padang

Cianjur (RJ) – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia untuk mengaktifkan kereta wisata menuju Gunung Padang, sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke situs prasejarah peninggalan kebudayaan megalitikum.

“Kami akan mengoptimalkan angka kunjungan wisatawan ke Gunung Padang dengan mengunakan kereta yang berhenti di Stasiun Lampegan, selanjutnya wisawatan dapat mengunakan kendaraan wara-wiri dari stasiun menuju situs,” kata Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Minggu (7/5/2017).

Dia menuturkan Pemkab Cianjur sempat merencanakan pembuatan kereta wisata sebagai sarana dan prasarana penunjang tempat wisata di Situs Meghalitik Gunung Padang, sehingga rencana tersebut akan segera dilaksanakan.

“Wisatawan yang tidak mengunakan kendaraan pribadi dapat memanfaatkan kereta untuk sampai ke Gunung Padang,” katanya.

Selama ini, ungkap dia, wisatawan yang datang mengunakan kereta cukup meningkat berdasarkan data yang diterima pihaknya, namun angka tersebut akan terus ditingkatkan dengan menyediakan kereta wisata yang khusus membawa wisatawan sampai ke Stasiun Lampegan dan selanjutnya disediakkan kendaraan khusus untuk sampai ke lokasi.

“Tahun depan akan kita realisasikan sehingga wisatawan yang datang mengunakan kereta dengan tarif murah ditambah kendaraan wara-wiri dengan harga yang terjangkau pula, sehingga angka kunjungan akan terus meningkat karena biaya yang dikeluarkan tidak mahal,” katanya.

Dia menambahkan untuk saat ini, pemkab masih menyelesaikan sejumlah fasilitas penunjang, seperti rest area di Lampegan dan jalan alternatif menuju Gunung Padang.

“Harapan kami setelah ada kereta dan fasilitas penunjang lainnya, angka kunjungan akan terus meningkat setiap harinya,” kata orang nomor dua di Cianjur itu.

Sementara itu, berdasarkan keterangan, sejumlah pengunjung yang datang ke Gunung Padang, mengunakan kereta api Siliwangi jurusan Cianjur-Sukabumi.

Mereka harus membayar ongkos ojek dari stasiun ke Gunung Padang yang mencapai Rp100.000 untuk pulang pergi karena tidak ada angkutan umum ke lokasi tersebut.

“Harapan kami ada angkutan murah yang disediakan pemerintah dari Lampegan ke Gunung Padang karena kalau pake ojek untuk pulang pergi kembali ke Lampegan, kami harus membayar Rp100.000 untuk satu ojek, sedangkan tiket kereta api hanya Rp6.000 untuk pulang pergi,” kata Yoyoh (36) warga Kelurahan Sayang, Cianjur.

Jalan rusak
Sementara itu, jalan menuju Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, rusak dan berlubang sehingga ketika hujan turun banyak kubangan yang berbahaya bagi pengedara.

Yusuf Alpadani seorang juru pelihara situs, pada wartawan, Selasa, mengatakan, rusaknya jalan tersebut berpengaruh terhadap angka kunjungan yang menurun setiap minggunya, apalagi jika memasuki musim hujan.

“Sejak jalan rusak menuju kawasan situs, membuat angka kunjungan menurun. Lubang berbagai ukuran banyak terdapat di sepanjang jalan yang rusak tersebut. Katanya pemerintah mau memperbaiki dan memperlebar jalan menuju situs, tapi sampai saat ini belum terwujud,” katanya.

Dia berharap rusaknya jalan menuju situs tua di dunia itu, segera diperbaiki, agar pengunjung dapat dengan nyaman menuju lokasi dan tidak sampai terjadi kecelakaan terutama pengendara sepeda motor yang banyak berkunjung ke area situs.

Jalan rusak sudah terlihat dari jalan masuk utama di Kecamatan Gekbrong, sepanjang empat kilometer.

Bahkan hal serupa terlihat di sepanjang Jalan Raya Sukabumi menuju Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, dimana jalan rusak mencapai 2 kilometer. Sedangkan jalan rusak lainnya membentang di Kampung Cibogo-Kampung Cimalati, Desa Kanoman, sepanjang 1,5 kilometer dan dari Kampung Baru, Desa Cibokor, jalan rusak mencapai 500 meter.

“Kalau dihitung mulai dari jalan utama Sukabumi, hingga pintu masuk Situs Megalitikum Gunung Padang yang membentang kurang lebih 20 kilometer, terdapat ratusan lubang berbagai ukuran. Kalau hujan layaknya kubangan di tengah sawah, sehingga sulit dilewati,” kata Ikbal Slamet (26) wisatawan asal Kelurahan Sayang, Cianjur.

Rusaknya jalan menuju situs tersebut, membuat pengendara tidak nyaman saat melintas. Dia berharap dinas terkait di pemda dan propinsi segera melakukan perbaikan.”Jangan sampai menunggu korban jiwa baru diperbaiki. Terlebih Situs Gunung Padang, saat ini banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara,” katanya. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: