Pemkab Bogor Anggarkan Rp 350 Juta untuk Kajian Potensi Botim
DOB Kabupaten Bogor Timur terdiri dari tujuh kecamatan, Kecamatan Jonggol, Cielungsi, Gunungputri, Klapanunggal, Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur

Pemkab Bogor Anggarkan Rp 350 Juta untuk Kajian Potensi Botim

Cibinong (RJ) – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran Rp 350 juta untuk mengkaji layak tidaknya Bogor Timur sebagai daerah otonom baru (DOB) terpisah dari Kabupaten Bogor selaku kabupaten induknya.

PT Multi Kreasi Mandiri telah ditunjuk sebagai konsultasi yang akan mengkaji potensi Bogor Timur (Botim) yang terdiri dari tujuh kecamatan ini. Tim kajian akan dipimpin oleh Dr Rosyidin yang bertugas menyiapkan data potensi Bogor Timur, yang nantinya sebagai bahan Bupati Bogor Nurhayanti tentang layak atau tidaknya Botim Timur menjadi DOB.

Pada Kamis (18/5/2017) lalu, telah dilakukan Rapat Pendahuluan Kajian Potensi Bogor Timur di kantor Bappedalitbang. Rapat yang dipimpin Kepala Bappedalitbang Syarifah Sofiah di Ruang Rapat A Bappedalitbang, Cibinong, Bogor itu dihadiri tujuh camat di Botim, para SKPD dan PT Multi Kreasi Mandiri selaku konsultan.

Kajian terhadap potensi Botim sudah berjalan selama sepekan lalu. Kajian berlangsung selama dua bulan telah dimulai pada Kamis, 11 Mei 2017 lalu dan akan berakhir pada Rabu, 12 Juli 2017 mendatang.

PT Multi Kreasi Mandiri akan melakukan kaji mengenai potensi Botim seperti potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), jumlah penduduk, sektor industri, properti, keadaan air dan tanah. Botim ini terdiri dari tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Jonggol, Cileungsi, Klapanunggal, Gunungputri, Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur.

Kepala Bappedalitbang, Syarifah Sofiah mengungkapkan, anggara untuk kajian potensi Botim sebesar Rp 350 juta telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten Bogor 2017.

“Jadi dalam kajian nanti, potensi PAD yang dari 7 kecamatan itu kita pisahkan dulu dari APBD kita (Kabupaten Bogor). Termasuk juga jumlah penduduk disana. Banyak yang akan dikaji,” kata Syarifah.

Menurutnya, potensi PAD Botim berasal dari sektor industri, yang hampir 90 persen industri tersebar di tujuh kecamatan di Botim.

“Mereka, (Presidium Bogor Timur) mengklaim punya potensi PAD dengan banyak pabrik disana. Tapi, kajian tetap harus dilakukan. Karena itu persyaratan untuk dilampirkan ke Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, Kecamatan Gunung Putri (salah satu anggota Kabupaten Bogor Timur), memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling tinggi se-Kabupaten Bogor dengan 80,35. Mengalahkan Cibinong dengan indeks 78,52.

Meski begitu, salah satu kecamatan lainnya, Sukamakmur menjadi urutan paling buncit dari 40 kecamatan dilihat dari IPM dengan 51,51.

“Aksesibilitas yang menyebabkan IPM rendah seperti itu. Nah, makanya di rencana pembangunan 2018, kami fokus pada kesejahteraan masyarakat. Khususnya untuk wilayah yang IPM-nya rendah. Tapi tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang aksesibilitas,” kata Kepala Bappedalitbang. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: