Pemkab Bogor akan Buka Akses Jalur Alternatif Menuju Puncak
Kemacetan menuju puncak

Pemkab Bogor akan Buka Akses Jalur Alternatif Menuju Puncak

Bogor (RJ) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung merespon cepat desakan masyarakat di wilayah puncak agar membuka akses jalur alternatif Cibereum-Citeko untuk menuju daerah Puncak.

Desakan tersebut ditunjukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar yang meninjau beberapa jalur yang menjadi rekomendasi oleh masyarakat di 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Cisarua, Minggu (15/1/2017).

Adang mengatakan, peninjauan ini merupakan bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengatasi kemacetan yang semakin parah menuju kawasan Puncak. Selama ini menurut Adang, Pemerintah Kabupaten Bogor telah membuat beberapa solusi untuk mengatasi kemacetan, salah satunya adalah berupaya memperluas jalan alternatif agar kemacetan yang terjadi bisa berkurang, akan tetapi hasilnya belum maksimal.

“Bupati Bogor Hj. Nurhayanti memerintahkan saya untuk melihat secara langsung lokasi yang nantinya akan menjadi jalur alternatif . Ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk masyarakat Kabupaten Bogor yang merasa dirugikan oleh kemacetan di puncak. Kita urai satu persatu permasalahan yang ada dilapangan, apa yang dibutuhkan, apakah pelebaran jalan, pembebasan lahan, atau perbaikan jalan. Tentunya ini harus kita lakukan bersama-sama agar hasilnya nanti bisa maksimal,” terang Adang.

Ditambahkan Adang, Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan mendorong Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk membantu dalam mengatasi permasalahan kemacetan ini. Hal itu dikarenakan ada beberapa jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Dikarenakan salah satu ujung jalur alternatif menuju puncak tersebut melewati lahan PT. Perkebunan Nusantara Gunung Mas.

“Yang menjadi kewenangan Pemkab Bogor tentunya kita akan kerjakan secara optimal, akan tetapi untuk kewenangan Provinsi dan Pusat, Pemkab Bogor hanya bisa mendorong secara maksimal, karena tentunya kita tidak bisa memaksa mereka, tapi saya yakin apabila itu untuk kebaikan masyarakat mereka tentunya akan membantu. Mari saya ajak agar warga bersama Pemerintah Kabupaten bogor untuk mengawal ini,” tambah Adang.

Selain itu Adang juga memerintahkan Dinas terkait untuk mengkaji usulan dari masyarakat ini, setelah itu langsung mengusulkan usulan tersebut dalam pengajuan APBD perubahan hingga nantinya pada tahun 2018 bisa segera direalisasikan.

“Pak Yayat dari Ekbang, dan Dinas PU harus segera mengusulkan pada PABD perubahan nanti, agar realisasinya bisa dikerjakan pada tahun depannya dan harus menjadi prioritas,” ujar Adang.

Ditemui di tempat yang sama, salah satu Masyarakat Adat Puncak, Sunyoto, mengatakan bahwa dirinya dan mewakili warga di Puncak mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan Sekretaris Daerah Adang Suptandar karena langsung merespon usulan warga terkait pemecahan permasalahan kemacetan di Puncak ini. Selain itu dirinya juga berharap agar realisasi jalan tersebut bisa di wujudkan secepatnya.

“Baru seminggu yang lalu kita di panggil oleh Sekda untuk memaparkan solusi ini, hari ini Pak Sekda sudah meninjau, saya ucapkan terima kasih atas respon yang begitu cepat. Mudah-mudahan, Pemerintah Kabupaten Bogor bisa segera mewujudkan jalur alternatif ini agar kemacetan di Puncak bisa terselesaikan, dan kami akan kawal itu,” ujar Sunyoto.

Adang yang kembali menggunakan sepeda motor dalam peninjauan di dampingi oleh Kabag Pembangunan Yayat Supriatna, Camat Ciawi Bambang Setiawan, Camat Megamendung Hadijana, Camat Cisarua Bayu Ramawanto, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas PU Kabupaten Bogor Nana Yudiana, tim peliputan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor dan perwakilan LSM/Aktivis Bogor Selatan.

Adapun jalur alternatif tersebut adalah Jalan Simpang Gadog menuju Pasir Muncang, kemudian Desa Sukagalih lalu Lembah Neneut, masuk ke lahan Perhutani, Citeko dan keluar menuju Gunung Mas dan bisa juga menuju jalur yang telah dibuat oleh pihak Taman Safari. [A4]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: