Pemilik Lahan Proyek Agrowisata Sukamakmur Minta Sisa Pembayaran Rp 6 Miliar Segera Dilunasi
Pemetaan pembebasan lahan dalam proyek pembangunan Agrowisata Sukamakmur (Foto: Istimewa)

Pemilik Lahan Proyek Agrowisata Sukamakmur Minta Sisa Pembayaran Rp 6 Miliar Segera Dilunasi

Jonggol (RJ) – Pemilik lahan seluas 50 hektar yang dijadikan proyek Agrowisata Sukamakmur, Johny Chandra meminta agar pelunasan pembayaran pembebasan lahan tanah segera dilakukan. Pembebasan lahan miliknya ditaksir mencapai lebih dari Rp6 miliar dan baru hanya menerima uang senilai Rp400 juta.

Kuasa pemilik tanah Johny Chandra, Sudirja menjelaskan, pada pembebasan lahan proyek pembangunan Agrowisata Sukamakmur, pihaknya belum menerima sisa uang pembebasan lahan senilai Rp6 miliar.

“Pada tahun 2013 saya hanya menerima pembayaran berupa Dp Rp400 juta dari PT HMBL oleh Karyadi Pandrek ditambah satu unit mobil avanza yang kemudian ditarik lagi oleh pihak rental,” kata Sudirja dalam rilisnya, Rabu (28/2/2018).

Dengan pembayaran tersebut, lanjutnya, maka masih ada sisa pembayaran senilai Rp6 miliar yang harus dilunasi.

“Adapun sisa pembayaran senilai Rp6 miliar disarankan untuk ditagih langsung ke PT Amira melalui tim kuasanya Pak Burhanudin,” ungkapnya.

Meski pembayaran tersebut belum dilunasi semua, tetapi pihak PT SMS selaku penggarap proyek Agrowisata Sukamakmur hanya menerima laporan pembayaran tersebut telah dilunasi.

“Informasinya PT SMS selaku pemilik ijin lokasi sudah melakukan pembayaran ke PT Amira, dibayar lunas per 100 hektar. Kenapa saya ngotot nagih terus, karena berkas surat-surat tanah sudah diambil oleh PT SMS sementara pembayaran dihutang,” bebernya.

Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari Burhanudin yang saat ini menjabat sebagai Aspem Kabupaten Bogor. Tidak ada jawaban dari telepon selulernya saat dihubungi, dan pesan singkat yang dikirimkan tidak ada tanggapan.

Sementara Camat Sukamakmur Zaenal Ashari mengaku perihatin dengan masih adanya lahan milik warganya yang belum dilunasi dalam pembayaran pembebasan lahan.

Pihaknya mengaku telah membantu memfasilitasi pertemuan antara pihak Sudirja dengan Burhanudin yang saat ini menjabat Aspem Kabupaten Bogor untuk mempercepat sisa pembayaran kepada Johny Candra selaku pemilik lahan.

“Mengenai masalah lahan milik Pak Johny Candra yang dikuasakan ke Pak Sudirja betul belum ada lagi pembayaran lagi dari pihak PT Amira. Saat itu Pak Sudirja meminta kepada saya untuk memfasilitasi pertemuan dengan Burhanudin sebagai kuasa dari PT Amira, dan terjadilah pertemuan antar keduanya, kalau tidak salah pertemuannya di Cibinong,” jelas Zaenal.

Dia menambahkan, pada saat pembuatan surat pelepasan hak (SPH) di Kantor Kecamatan Sukamakmur, Burhanudin yang saat itu menjabat sebagai kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan ikut mendampingi dan membantu proses percepatan SPH.

“Pak Burhanudin yang saat itu menjabat Kadis Tata ruang ikut mendampingi proses pembuatan SPH, kehadiran Pak Burhan hanya untuk memastikan data yang dimiliki oleh masyarakat valid. Dalam hal ini Pak Burhan hanya membantu pengecakan data dari masyarakat yang terkena pembebasan lahan oleh PT SMS,” katanya. [A2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: