Pemerintah Targetkan KPR FLPP Tembus 40 Ribu Unit
Ilustrasi

Pemerintah Targetkan KPR FLPP Tembus 40 Ribu Unit

Jakarta (RJ) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan bank pembangunan daerah (BPD) memiliki andil yang lebih besar dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pada tahun ini, pemerintah menargetkan bantuan pembiayaan perumahan yang berasal dari KPR FLPP sebanyak 40.000 unit. Dari jumlah tersebut, 16.000 unit di antaranya dapat disalurkan oleh BPD.

“Jadi mungkin lebih dari sepertiganya ya. Kita targetkan BPD dapat memenuhinya dari total KPR FLPP,” kata Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Berdasarkan data Asosiasi Bank Daerah (Asbanda), jumlah KPR FLPP yang telah disalurkan BPD per April 2017 baru sekitar 1.400-an unit, baik itu dari BPD konvensional maupun syariah.

Untuk itu, Lana berharap, agar peran BPD dapat semakin ditingkatkan. Sehingga, Program Nasional Sejuta Rumah yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo, dapat segera terealisasi.

Pembangunan rumah yang berasal dari KPR FLPP per Juli 2017, baru sebanyak 6.491 unit rumah dari target 40.000 unit rumah.

Sedangkan, target serapan anggaran yaitu sebesar Rp 4,5 triliun. Namun, sampai saat ini anggaran yang sudah terserap baru sebesar Rp 742,5 miliar.

Kendati kebutuhan akan rumah masih tinggi, namun pemerintah masih belum mampu menutupi kebutuhan tersebut.

Bahkan, skema pembiayaan yang telah dirancang untuk dapat memenuhi target pembangunan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), belum terserap maksimal.

Seperti diketahui, ada tiga skema bantuan kredit pemilikan rumah (KPR) yang disiapkan pemerintah, yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Pada tahun ini, dana bantuan pembiayaan perumahan dialokasikan senilai Rp 4,5 triliun untuk pembangunan 40.000 unit rumah.

Dana tersebut berasal dari DIPA APBN-P 2017 sebesar Rp 3,1 trilun dan pengembalian pokok KPR FLPP Rp 1,4 triliun.

Sementara, untuk SSB dana yang dialokasikan sebesar Rp 615 miliar untuk pembiayaan 239.000 unit rumah. Sedangkan untuk SBUM sebesar Rp 1,1 triliun untuk pembiayaan 279.000 unit rumah.

Kenyataanya, berdasarkan data per Juli 2017 yang dikeluarkan Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, realisasi KPR FLPP yang tersalurkan baru Rp 742,5 miliar untuk pembangunan 6.491 unit rumah.

Sedangkan, KPR SSB yang telah disalurkan baru Rp 26,5 miliar untuk pembangunan 34.595 unit rumah dan Rp 145,5 miliar KPR SBUM untuk pembangunan 36.379 unit rumah. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: