Pemerintah Belum Ada Rencana Larang Rokok Elektrik dan Vape, meski banyak Desakan
Ilustrasi vape

Pemerintah Belum Ada Rencana Larang Rokok Elektrik dan Vape, meski banyak Desakan

Jakarta (RJ) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengaku belum menerima usulan larangan rokok elektrik dan vape dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Meski begitu, Muhadjir mengaku sudah mendapat banyak masukan dan desakan dari banyak pihak agar pemerintah melarang peredaran vape.

“Waktu saya masih mendikbud itu sudah banyak yang komplain supaya dilarang,” kata Muhadjir usai menghadiri rapat terbatas di Istana, Senin (11/11/29019)

Hanya saja, Muhadjir mengaku belum ada rencana final dari pemerintah terkait rencana larangan rokok elektrik. Namun mantan Mendikbud ini mengaku, larangan bisa dilakukan terhadap impor cairan atau liquid vape.

“Sebetulnya dilarang di impornya saja sudah. Mestinya di Kementerian Kesehatan kemudian di BPOM, kalau memang dianggap berbahaya untuk kesehatan semestinya dilarang. Tapi sementara ini karena itu produk impor,” kata Muhadjir.

Dalam rilis resmi BPOM, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Rita Endang menyampaikan konsumsi rokok elektronik menjadi ancaman masa depan bangsa Indonesia dan menjadi indikator keberlangsungan tingkat adiksi nikotin masyarakat yang tinggi. Dia mengimbau masyarakat hidup sehat tanpa rokok konvensional dan elektrik.

Namun, menurutnya, kewenangan yang diberikan kepada Badan POM terkait rokok konvensional, bukan terhadap vape.

“Saat ini Badan POM hanya sebatas melakukan pengawasan sesuai dengan kewenangan yang diberikan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012, yaitu pengawasan terhadap rokok konvensional,” ujarnya.

Namun, BPOM telah melakukan beberapa hal terkait peredaran rokok elektrik. Pada 2015, Badan POM telah mengeluarkan buku kajian rokok elektrik di Indonesia isinya terkait dengan dampak, melihat peredaran di berbagai negara.

Badan POM juga telah mengambil dan melakukan pengujian sampel cairan rokok elektronik. Pada 2019 Badan POM melakukan FGD dan pertemuan lintas sektor dengan kementerian dan instansi lain.

“Saat ini sedang dilakukan penyusunan policy paper untuk kebijakan pemerintah yang akan diambil. Badan POM tidak menutup mata terhadap persoalan yang ada. Kita tunggu regulasinya,” kata Rita.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menambahkan, lembaganya tidak mengeluarkan izin edar vape atau rokok elektronik karena mengandung zat berbahaya.

“Itu sudah jelas BPOM tidak mengeluarkan izin edarnya,” kata Penny.

Ia menambahkan BPOM telah melakukan kajian terkait bahaya rokok elektronik.

“Kami sudah memberikan hasil kajian tentang bahaya rokok elektronik kepada kementerian yang lebih berhak untuk regulasinya,” tambah dia.

Hasil kajian tersebut telah disampaikan langsung kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan agar segera mengambil kebijakan tentang bahaya rokok elektronik. Posisi BPOM sendiri adalah mengawasi peredarannya.

Secara tegas, Penny menyatakan keberadaan rokok elektronik saat ini adalah ilegal namun BPOM tidak bisa melakuan penindakan karena tidak ada payung hukumnya.

“Harus ada payung hukumnya, karena mengandung nikotin dan berbahaya,” ujarnya.

Secara umum, kata dia BPOM telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa rokok elektronik tersebut mengandung bahan berbahaya serta tidak diberikan izin edar.

Sebelumnya, Komisi Nasional Pengendalian Tembakau menilai sebaiknya pemerintah melarang rokok elektronik beredar dan dikonsumsi masyarakat Indonesia sebelum jatuh korban jiwa.

“WHO sebenarnya sudah mengeluarkan pernyataan bahwa rokok elektronik berbahaya untuk kesehatan, karena itu setiap negara dianjurkan untuk memperketat regulasi soal rokok elektronik. Meski masih terjadi perdebatan, tapi sebelum jadi epidemi, kami menilai sebaiknya dilarang,” jelas Manajer komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau Nina Samidi. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: