PBNU: Umat Islam Tengah Diadu Medsos agar Jadi Radikal
Ketua PBNU Dr. KH Marsyudi Syuhud

PBNU: Umat Islam Tengah Diadu Medsos agar Jadi Radikal

Jonggol (RJ) – Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Marsyudi Syuhud mengatakan, saat ini antar umat Islam tengah diadu oleh media sosial (medsos) seperti facebook dan whatsapp, sehingga banyak yang menjadi radikal tiba-tiba.

“Sekarang antar Islam perang, kalau nggak sama dianggap kafir. Ini framing pikirannya harus diubah. Indonesia itu sudah jadi Darussalam, jangan saling menjatuhkan. Antar kita diajak berantem oleh medsos, whatsapp dan facebook,” kata Marsyudi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tadarus Nusantara yang diselenggarakan Forum Mushola dan Masjid se-Citra Indah City (FMC) di Jonggol, Minggu (12/2/2017).

Menurut Marsudi, Indonesia dibangun oleh Nahdatul Ulama (NU) berdasarkan keragaman dan tradisi nusantara, sehingga tidak perlu dirobohkan atau diganti dengan yang baru. Yang diperlukan adalah perbaikan, sehingga budaya tersebut tidak bertentangan dengan Islam.

“Membetulkan itu sudah ada sejak Nabi Muhammad SAW, kalau ada budaya yang tidak bertentangan dengan Islam bisa diadopsi, dikritisi dan dimodifikasi. Contohnya tahlil, itu adalah budaya Islam Nusantara, itu hasilnya Wali Songo berdakwa tanpa kekerasan. Berbagai macam budaya dirangkul dan dimodifikasi,” katanya.

Marsudi mengungkapkan negara-negara Islam di Timur Tengah menangis melihat kondisi kehidupan Umat Islam, yang hidup damai, tentram tanpa peperangan. Sebaliknya, kehidupan Umat Islam di negara mereka diwarnai peperangan.

“Kiyai mereka menyuruh perang, karena kemasukan paham radikal. Saya undang mereka untuk bikin round table pertama di Hotel Borobudur, kedua di Turki dan ketiga mereka kita ajak keliling ke pesantren-pesantren. Mereka nangis, ingin seperti di Indonesia. Masak republik yang didirikan sama NU ini, mau dihancurkan,” katanya.

Karena itu, apabila ada pihak-pihak yang akan menghancurkan Indonesia dengan ciri khas Islam Nusantaranya ini, maka NU akan berada didepan untuk membelanya.

“PBNU akan mengawal PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Mari jari-jari ini lewat facebook dan whatsapp, gunakan untuk kasih tahu untuk menjelaskan kebenaran. NU ini pendiri Indonesia,” katanya.

Ia menilai, pihak-pihak yang ingin menjatuhkan NKRI ini, adalah para pendatang baru yang tidak mengerti hidup di tanah air Nusantara.

“Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) saja haulnya diperingati di Timur Tengah. Itu karena telah menggunakan manajemen waktu dan aklaqnya, serta berpikiran positip sehingga memiliki karya nyata,” katanya.

Marsyudi berharap agar Umat Islam tidak terpancing dengan kondisi sekarang dan tidak ikut-ikutan menjadi radikal. Jika ada ajakan, Ketua PBNU ini meminta tidak perlu ditanggapi karena akan merusak Islam Nusantara.

“Tanggapi saja pakai guyonan kiyai Madura dengan pedagang Pasar Tanah Abang, kalau nggak sepaham main Ting-tong. Suara ketika kiyai Madura mau cari Bra buat istrinya di Tanah Abang. Tanyalah kiyai itu berampa cong? Pedagang itu bingung, tapi kemudian dijawab Ceban. Sang kiayai kemudian boleh saya tawar, Ting tong. Karena sama-sama tidak tahu artinya, pedagang minta agar kiayai menjelaskan artinya, dan kiayai meminta agar pedagang menjelaskan artinua Ceban,” ujar Marsyudi.

Marsyudi menegaskan, agar terhindar dari paham radikal, PBNU akan mendirikan pesantren-pesantren enterpreneur dengan menjalankan empat modal dari Allah SWT seperti manajemen waktu dan akhlaq.

“Kalau di Jonggol ada tanahnya, akan kita dirikan pesantren enterpreneur di Jonggol. Kenapa ada orang sukses dan ada yang belum sukes . Belum sukses karena tidak bisa mengelola dan menjalankan empat modal dari Allah SWT. Walaupun modalnya sama, hasilya tidak sama,” katanya.

Sedangkan Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Romdon menambahkan, agar Umat Islam di Bogor agar lebih bijak dalam menyikapi media sosial. “Sesama Islam kita dibuat bertengkar, karena saya berharap agarlebih bijak menyikapi medsos agar tidak memperkeruh keadaan,” kata Romdon. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: