OSO Terpilih sebagai Ketua DPD RI yang baru
Nono Sampono (kiri), Oesman Sapta Odang (tengah) dan Darmayanti Lubis (kanan)

OSO Terpilih sebagai Ketua DPD RI yang baru

Jakarta (RJ) – Oesman Sapta Odang (OSO), terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggantikan Mohammad Saleh. OSO yang kini masih menjabat Wakil Ketua MPR ini, akan didampingi dua wakil ketua yang baru juga, Nono Sampono dan Darmayanti Lubis.

OSO terpilih sebagai Ketua DPD RI ditengah kontroversi mengenai putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan DPD tentang Tata Tertib (Tatib) mengenai jabatan pimpinan DPD dari 5 tahun menjadi 2,5 tahun. Putusan itu tak dilaksanakan karena ada kesalahan ketik amar putusan yang memerintahkan DPRD RI untuk melaksanakan putusan tersebut, yang sehararusnya memerintahkan DPD RI.

Sidang paripurna DPD RI pemilihan Pimpinan DPD yang baru digelar pada Selasa (4/4/2017) dini hari, setelah beberapa kali dilakukan skors karena beberapa kali ricuh. Ada yang unik saat paripurna lanjutan ini, yakni kehadiran OSO setelah paripurna diskors cukup panjang, DPD rupanya sepakat untuk tetap memilih Ketua DPD yang baru. Hal itu juga menyusul pengajuan mosi tidak percaya atas putusan sepihak Wakil Ketua DPD GKR Hemas dan mundurnya Wakil Ketua Farouk Muhammad.

Saat pemilihan, muncul sejumlah nama yang masuk bursa pemilihan. Dari wilayah barat terdapat tiga calon yang maju sebagai pimpinan yakni Abdul Azis, Darmayanti Lubis dan Andi Surya. Dari wilayah tengah hanya terdapat nama OSO dan dari wilayah timur adalah Nono Sampono dan Bahar Gintung.

Meskipun terdapat sejumlah nama, namun sidang rupanya dengan cepat memilih nama OSO secara aklamasi pada sekitar pukul 02.00 WIB. DPD juga memilih Darmayanti Lubis dan Bahar Gintung sebagai Wakil Ketua, setelah kandidat yang lain mengundurkan diri.

“Menetapkan saudara Oesman Sapta sebagai Ketua, saudara Nono Sampono sebagai Wakil Ketua 1 dan saudari Darmayanti Lubis sebagai Wakil Ketua 2,” kata pimpinan sementara DPD Rini Damayanti di ruang sidang Nusantara V, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Setelah ditetapkan, OSO mengaku siap untuk memimpin DPD ke depan. Dia mengaku telah dibangunkan pada malam ini, untuk mengikuti bursa pemilihan pimpinan DPD ini.

“Insya Allah kami akan melaksanakan tugas murni ini dalam turut membangun bangsa,” kata OSO.

Ketua Umum Partai Hanura ini mengaku akan membawa DPD kepada tugasnya yang utama. Yakni menyampaikan kepentingan-kepentingan dari daerah kepada pusat. “Untuk menjaga dan juga memperjuangkan kepentingan-kepentingan daerah,” ujar OSO.

Setelah ditetapkan, rencananya pada Selasa siang ini, OSO, Darmayanti dan Nono akan dilantik. Mereka juga akan diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung (MA).

Sidang Ricuh
Sebelumnya, DPD RI telah menggelar sidang paripurna pada Senin (3/4/2017) yang agenda sidang sedianya adalah pembacaan putusan Mahkamah Agung terkait Tata Tertib 2016 dan 2017.

Namun, di awal-awal sidang, sudah diwarnai dengan keributan. Usai dibuka dengan lagu Indonesia Raya, terjadi percekcokan yang tidak jelas di depan mimbar.

Usai menyanyikan lagu kebangsaan, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad ingin membacakan surat putusan MA. Namun kertas suaranya malah sempat direbut oleh anggota DPD bernama Ahmad Nawardi.

Kemudian terjadi aksi dorong-dorong yang terjadi di area mimbar. Sejumlah anggota DPD juga menggebrak-gebrak meja dan berteriak-teriak sambil menunjuk orang-orang di depan.

Keributan bahkan telah terjadi sebelum rapat dibuka. Saat terjadi ribut-ribut, seorang anggota DPD memutar azan dan selawatan lewat mikrofon yang ada di atas mejanya.

Anggota DPD RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta Afnan Hadikoesomo, sempat ditarik oleh Anggota DPD Benny Ramdhani dan satu anggota DPD lainnya, Jelis Julkarson Hehi sehingga Afnan terjatuh. Afnan pun melaporkan aksi penganiayaan ke Polda Metro Jaya.

Sidang pun akhirnya diskors. Setelah dibuka kericuhan bukannya redah, malahan makin menjadi-jadi setelah sidang dibuka Wakil Ketua DPD GKR Hemas secara sepihak memutuskan jabatan pimpinan DPD selama 5 tahun.

Keputusan itu langsung menuai protes, sementara Hemas usai memutuskan langsung kabur meninggalkan ruang sidang. Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad didesak mencabut. Farouk pun akhirnya mencabut keputusan Hemas tersebut.

DPD melanjutkan sidang paripurna pada Selasa dini hari, Selasa (4/4 /2017). Sidang dilanjutan dengan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPD. Sidang akhirnya menetapan Oesman Sapta sebagai Ketua DPD RI (wilayah tengah) serta Darmayanti Lubis (wilayah barat) dan Nono Sampono (wilayah timur) terpilih sebagai Wakil Ketua DPD.

“Menetapkan saudara Oesman Sapta sebagai Ketua, saudara Nono Sampono sebagai Wakil Ketua 1 dan saudari Darmayanti Lubis sebagai Wakil Ketua 2,” kata pimpinan sementara DPD Rini Damayanti di ruang sidang Nusantara V, Senayan, Jakarta. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: