Nurhayanti Minta Kepala Desa Susun RPJM Desa untuk Jangka Waktu 6 Tahun
Bupati Bogor Nurhanyanti bersama empat kepala desa yang baru dilantik

Nurhayanti Minta Kepala Desa Susun RPJM Desa untuk Jangka Waktu 6 Tahun

Cibinong (RJ) – Bupati Kabupaten Bogor Nurhayanti meminta kepala desa yang baru dilantik untuk segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) untuk jangka waktu 6 tahun.
Hal itu disampaikan Nurhayanti saat melantik empat kepala desa terpilih tahap II masa bakti Periode 2017-2023 hasil pilkades serentak gelombang I tahun 2017 di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Adapun empat kepala desa yang dilantik adalah yakni Sani Yani sebagai Kepala Desa Cikuda Kecamatan Parung Panjang, Edi Mulyadi sebagai Kepala Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur, Junaedi sebagai Kepala Desa Ciasmara Kecamatan Pamijahan, Samsudin sebagai Kepala Desa Sukagalih Kecamatan Jonggol.

Pelantikan tersebut dilaksanakan di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong pada Kamis (18/5/2017). “Penyusunan perencanaan pembangunan juga harus dilaksanakan secara partisipatif oleh Pemerintah Desa yang melibatkan Lembaga Kemasyarakatan Desa dan menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) untuk jangka waktu 1 tahun yang juga di tetapkan,” kata Nurhayanti.

Dalam rilisnya yang disampaikan Diskominfo Kabupaten Bogor, Nurhayanti mengatakan, dengan ketentuan peraturan perundang-undangan maksimal 3 bulan setelah pelantikan, kepala desa harus segera menyusun RPJM untuk jangka waktu 6 tahun.

RPJM ini ditetapkan dengan Peraturan Desa yang memuat visi, misi, tujuan, arah kebijakan desa dan program melalui musyawarah perencanaan pembangunan Desa (Musrenbang Desa).

Nurhayanti juga mengingatkan kepala desa pengelolaan anggarab setiap tahun akan dilakukan pengawasan sistem terhadap penetapan, evaluasi dan pertanggungjawaban anggaran serta akan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa semua penyelenggara anggaran setiap akhir tahun.

“Tugas dan kewenangan kepala desa dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa harus dijalankan dengan penuh perhitungan, tertib administrasi dan disiplin anggaran dengan pertanggung jawaban yang komprehensif tanpa kehilangan insiatif untuk mendayagunakan alokasi anggaran bagi kepentingan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bupati Bogor pun berharap para kepala desa untuk tingkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat, cermati persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, seperti kemiskinan, akses pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur

“Perhatikan jika ada warganya yang tidak memiliki rumah, terkena kasus gizi buruk, penyakit kronis dan wabah penyakit atau mengalamu kekerasan dan ketelantaran, seperti di pasung bagi warga masyarakat yang dianggap sakit jiwa dan lain-lain pendek kata tidak boleh persoalan sosial yang luput dari perhatian kepala desa,” harapnya. [A3]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: