Mobil Pedesaan Gandeng Esemka untuk produksinya
Presiden Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto tengah melihat-melihat mobil pedesaan

Mobil Pedesaan Gandeng Esemka untuk produksinya

Denpasar (RJ) – Mobil pedesaan garapan Kementerian Perindustrian dan Institut Otomotif Indonesia (IOI), rupanya sudah mendapat restu dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Mobil pedesaan pun rupanya menggandeng Esemka, yang memiliki pabrik di Boyolali (Jawa Tengah) dan Cileungsi (Bogor, Jawa Barat). Tentu hal ini menjadi nilai positif bukan?

“Kita sudah ketemu dengan Pak Jokowi, saya dan tim Esemka pada 5 Januari 2017 lalu,” ujar Presiden IOI, I Made Dana Tangkas, di Jimbaran, Bali, Rabu (8/3/2017).

Made mengatakan pertemuan IOI dan Esemka memiliki tujuan untuk memberitahukan program mobil pedesaan, kepada Presiden Jokowi.

“Beliau sangat berharap juga dengan mobil pedesaan, dan ini-kan program Kemenperin. Bukan ujug-ujug program IOI dan Esemka, walaupun Esemka sudah punya program. Waktu itu (saat bertemu dengan Presiden Jokowi-Red), ada IOI bersama dengan SMK 2 Klaten Pak Sukiat. Dan Saya mengatasnamakan ini program Kemenperin,” katanya.

Beliau tidak ada masalah, beliau senang (dengan program mobil pedesaan). Dan ini (mobil pedesaan-Red) lahir dari ide dari mobil pedesaan generasi pertama, Universitas Negeri Semarang, mobil yang berwarna putih itu. Itu generasi ke-satu (pertama-red),” tambahnya.

Saat ini mobil desa sudah masuk tahap desain untuk generasi ketiga. Ada 5 nominasi desain mobil dalam lomba desain yang diadakan Kementerian Perindustrian dan Institut Otomotif Indonesia.

5 Desain mobil pedesaan itu merupakan hasil desain 5 universitas yakni Argani Grand Pick Up oleh tim Telkom University, Waprodek Disel oleh tim Institut Teknologi Surabaya (ITS), Mobil Desa Serbaguna oleh tim Universitas Negeri Semarang (Unnes), Mobil Multifungsi Pedesaan Diponegoro dari tim Universitas Diponegoro (Undip), dan Mobil Desa Nasional oleh tim Unnes.

“Disain kendaraan harus fleksibel, tidak hanya bisa mengangkut hasil produk pertanian atau peternakan, tapi juga untuk digunakan untuk alat-alat produksi seperti alat-alat pertanian,” kata Made Dana.

Made Dana mengatakan, untuk mengikuti lomba desain ini peserta telah menyampaikan proposalnya ke IOI dan telah diseleksi oleh para juri yang berasal dari berbagai unsur, termasuk dari jurnalis. Dan akan diperlihatkan ke masyarakat di Denpasar Bali mulai 9 Maret 2017.

Bagi peserta yang berhasil dalam tahap seleksi, akan diberi bantuan dana Rp 5 juta untuk mewujudkan disainnya dalam bentuk mock up sederhana (1:5), selanjutnya mock up akan dipamerkan pada Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor 2017 di Bali yang akan dibuka Menperin Airlangga Hartarto, dan dilakukan penjurian untuk menentukan pemenangnya.

“Hak patennya Institut Otomotif Indonesia (IOI), komersialisasinya (penjualan-red) nanti akan ada perusahaan-perusahaan lokal, di pusat atau daerah milik konsersium anak negeri. Ini sih ide saya, mungkin ada ide dari yang lain nanti,” katanya.

Made juga menjelaskan, desain mobil desa yang diproduksi akan dibuat sesederhana mungkin. Hal itu berfungsi agar tidak menyulitkan masyarakat pedesaan.

“IOI inginnya seperti itu, kita sih ingin membuat sesederhana mungkin yang bisa dibuat oleh anak-anak Indonesia, misalnya seperti kabin yang tidak melengkung,” katanya.

“Untuk membuat kabin yang melengkung, itu membutuhkan mesin dan melalui beberapa proses, proses pertama berapa miliar? Proses kedua berapa miliar? Proses ketiga berapa miliar? Proses keempat berapa miliar? Jadinya untuk membuat satu mobil pedesaan itu akan miliaran, kita tidak mau seperti itu. Kita ingin buat sekali saja lalu tinggal rakit,” tambahnya.

Made juga menjelaskan, mobil pedesaan ini nantinya diharapkan akan menyerap komponen lokal hingga 80 persen. “Kita tidak bisa bilang ini akan 100 persen lokal, karena memang dari dulu tidak dikembangkan dengan baik di Indonesia (komponen pendukung, produksi mesin buatan Indonesia-Red),” katanya.

“Seperti pada mesin, ada dua alternatif. Satu bisa menggunakan mesin kubota, atau kedua mesin Tri Ratna. Sementara mungkin akan impor dulu dari China yang menggunakan mesin Suzuki yang sudah 20 tahun, atau sementara gelondongan dulu,” tambah Made. [A1]

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: