Masyarakat harus Dilibatkan dalam Proses Pembangunan
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar Ponpes Al Anwar III, Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Masyarakat harus Dilibatkan dalam Proses Pembangunan

Rembang (RJ) – Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang mengapresiasi pengamatan dan pengalaman KH. Maimun Zuber, pendiri Ponpes Al Anwar III, Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Menurut OSO, KH. Maimun Zuber yang juga Ketua Dewan Syariah DPP PPP adalah sosok panutan yang patut didengarkan saran dan nasehatnya.

Salah satu nasehat KH. Maimun Zuber yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh bangsa Indonesia, menurut OSO adalah sikap kehati-hatian dan mau menjaga bangsa Indonesia. Terutama menjaga kepentingan bangsa dan negara, ditengah serbuan perusahaan asing .

Pernyataan itu disampaikan Oesman Sapta Odang (OSO) usai membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dikalangan Keluarga besar Ponpes Al Anwar III Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (8/12/2016).

Menurut Oso dalam kacamata Maimun Zuber, banyak anggota masyarakat yang tidak mendapat bagian apapun dari pengolahan sumber daya alam yang dilakukan oleh perusahaan asing. Padahal, merekalah yang memiliki Indonesia.

“Karena itu ke depan masyarakat sekitar harus dilibatkan sebelum sebuah perusahaan mendirikan usahanya. Masyarakat diajak dialog, agar mereka bisa mendapat keuntungan dari pengolahan sumber daya alam daerahnya”, kata OSO menambahkan.

Karena itu, pemerintah wajib mendengar aspirasi dan kepentingan masyarakat. Bukan semata memberi izin dan fasilitas bagi para pengusaha.

Benteng penyelamat
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mendapatkan sambutan saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar di Pondok Pesantren Al Anwar III, Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. KH Maimun Zuber sebagai pendiri dan Abdul Ghofur Maemun, selaku pengasuh Ponpes Al Anwar III tampak ikut menyambut kehadiran Wakil ketua MPR.

Ikut hadir pada acara tersebut, segenap anggota Fraksi PPP MPR RI. Antara lain Romahurmuziy, Zainut Tauhid, Thoha serta Arwani Thomafi. Hadir juga Bupati Rembang Abdul Hafidz. Kehadiran mereka di ponpes Al Anwar III adalah untuk mengikuti pembukaan sosialisasi Empat Pilar MPR oleh Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta.

Dalam sambutannya OSO antara lain, mengatakan pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan ahklak dan budipekerti. Karena itu wajar bila para santri memiliki kesopanan dan tatakrama.

Karena itu, menurut OSO tidak mungkin bila pesantren menjadi sarang terorisme. Karena para pelaku teror adalah mereka yang tidak memiliki tatakrama dan sopan santun. Mereka yang melakukan teror juga tidak memiliki rasa cinta pada negara.

Pada kesempatan itu Oso mengingatkan, saat ini Indonesia tengah menghadapi krisi. Mulai dari krisi ekonomi, kepercayaan, hingga narkoba. Karena itu, ia berharap para santri bisa memegang teguh Empat pilar. Karena Empat pilar merupakan benteng terakhir keutuhan NKRI.

“Banyak yang menghendaki Indonesia ini terpecah. Karena mereka ingin menguasai Indonesia. Tetapi, kalau kita tetap berpegang pada empat pilar, selamnya kita akan terus bersatu”, kata OSO menambahkan. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: