KPK OTT Bupati Subang dalam Kasus Perizinan
Bupati Subang Imas Aryumningsih ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Imas juga diketahui maju Pilbup Subang 2018 berpasangan dengan Sutarno yang diusung Partai Golkar dan PKB

KPK OTT Bupati Subang dalam Kasus Perizinan

Jakarta (RJ) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat daerah. Kali ini Bupati Subang Imas Aryumningsih terjerat dalam OTT tersebut, yang juga maju sebagai calon Bupati dalam Pilkada Subang 2018..

“Ya OTT terkait Bupati Subang pada Selasa (13/2/2018) malam tadi, sekarang sedang diperiksa intensif,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat diminta konfirmasi terkait OTT Bupati Subang, Rabu (14/2/2018).

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam OTT) ini uang ratusan juta rupiah diamankan. “Ratusan juta sejauh ini (yang diamankan),” kata Febri.

Febri menyebut ada komitmen lebih dari nominal yang diamankan. KPK menduga transaksi ini terkait dengan kewenangan perizinan. “OTT terkait perizinan. Diduga dari pembicaraan awal miliaran rupiah,” lanjut Febri.

KPK menangkap Imas bersama 7 orang lainnya dalam operasi yang dilakukan semalam dan dini hari tadi.

Imas diketahui mencalonkan diri lagi di Pilbup Subang 2018. Imas sudah ditetapkan sebagai calon Bupati Subang 2018 berpasangan dengan Sutarno. Keduanya diusung oleh Golkar dan PKB. Pilbup Subang sendiri diikuti 3 pasangan calon.

Bupati Subang Imas Aryumningsih diketahui memiliki total kekaayaan yang dilaporkan ke LHKPN mencapai Rp 50,9 miliar.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) total harta Imas per September 2016 sebesar Rp 50.954.748.338 miliar.

Jumlah tersebut gabungan dari keseluruhan harta Imas, baik harta bergerak dan tak bergerak.

Imas sendiri memiliki 43 harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan. Totalnya mencapai Rp 47.953.240.000.

Sementara kekayaan berupa harta bergerak yang dimilikinya sebesar Rp 740 juta. Harta tersebut berupa mobil merek Ford Everest dan Mitsubishi Pajero.

Harta bergerak lainnya berupa logam mulai mencapai Rp 597.600.900. Serta giro dan setara kas totalnya yakni Rp 1.663.907.438.

Pada 11 April 2016, Imas menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Ojang Sohandi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ojang terjerat dalam kasus upaya suap pengamanan kasus korupsi BPJS Subang tahun 2014.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung memvonis Ojang dengan hukuman 8 tahun penjara. Ojang bersalah melakukan kejahatan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ojang juga menerima uang atau barang yang diduga sebagai gratifikasi atau suap di kantor Bupati Subang, rumah dinas, dan beberapa tempat lain pada periode 1 Oktober 2012 hingga 9 April 2016.

Di antaranya menerima Rp 6,190 miliar dari Kabid Pengadaan dan Pengembangan Pegawai BKD Heri Tantan Sumaryana, satu unit mobil jip dan uang tunai Rp 190 juta dari Plt Kadinkes Subang Elita Budiarti, Rp 1,35 miliar dari Kadisdik Subang Engkus Kusdinar dan Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Heri Sopandi.

Selain itu, Ojang juga menerima duit Rp 1,150 miliar dari mantan Kadis Bina Marga dan Pengairan Subang H Umar, serta uang tunai Rp 9,590 miliar melalui ajudannya, Rp 17,600 miliar melalui Direktur BPR Subang, dan Rp 420 juta melalui Wakil Ketua I DPRD Subang. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: