Korban Jiwa Akibat Virus Corona Sudah Capai 563 Jiwa
Korban warga Wuhan, China berjatuhan terjangkiti virus Corona

Korban Jiwa Akibat Virus Corona Sudah Capai 563 Jiwa

Beijing (RJ) – Pemerintah China kembali melaporkan kematian terbaru dari virus Corona baru atau 2019 nCoV pada Kamis (6/2/2020) yang mencapai 563 jiwa. Provinsi Hubei menyumbang kematian tertinggi per harinya yakni sebanyak 73 kematian.

Jumlah kematian di Hubei pada Rabu lebih tinggi dibanding hari sebelumnya, yakni 65 laporan, meski jumlah kasus baru sedikit berkurang dari 3.156.

Provinsi Hubei di China tengah terisolasi selama hampir dua pekan, dengan ditutupnya stasiun kereta, bandara serta ruas jalan.

Virus corona pertama kali teridentifikasi di ibu kota Hubei, Wuhan, dan diyakini berasal dari pasar makanan laut di kota tersebut.

Wuhan masih memikul beban berat akibat virus tersebut dan menjadi lokasi yang menyumbang hampir 60 persen dari kasus baru di provinsi tersebut pada Rabu.

Hingga kini tingkat kematian di Wuhan secara signifikan juga lebih tinggi dibanding wilayah lainnya di China.

Hal ini menunjukkan jumlah total kasus mungkin tidak dilaporkan, dengan kota tersebut sedang berupaya mendiagnosa ribuan pasien di tengah kurangnya peralatan medis dan tempat tidur rumah sakit.

Rapat kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Li Keqiang pada Rabu menyebutkan salah satu prioritas pemerintah adalah memastikan Hubei dan Wuhan mendapatkan pasokan dan staf medis yang diperlukan untuk menangani virus corona.

Komisi tersebut melaporkan sebanyak 14.314 pasien masih menjalani perawatan pada Rabu, dengan 2.328 pasien dalam kondisi kritis.

Melansir laman Channel News Asia, Komisi Kesehatan Hubei juga mengonfirmasi 3.649 kasus baru. Dengan demikian secara nasional kasus orang yang terinfeksi virus Corona baru mencapai 28.018 orang.

Epidemi yang telah berubah menjadi darurat kesehatan global ini diyakini telah muncul pada Desember dari pasar yang menjual hewan liar di ibu kota Hubei, Wuhan.

Hu Lishan, seorang pejabat di Wuhan, memperingatkan bahwa meskipun membangun rumah sakit dari awal dan mengubah bangunan umum untuk menampung ribuan pasien tambahan, masih ada kekurangan tempat tidur pasien di wilayah tersebut.

“Ada juga kekurangan peralatan dan bahan,” katanya kepada wartawan.

Para pejabat berusaha untuk mengubah hotel dan sekolah lain di kota menjadi pusat perawatan. Pihak berwenang di beberapa kota lain di China telah membatasi jumlah orang yang diizinkan meninggalkan rumah mereka.

Kekhawatiran global juga meningkat tentang virus ini dengan kasus yang dikonfirmasi di lebih dari 24 negara. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: