Koperasi Pedagang Pasar Kranggan Bekasi bukukan aset Rp105 miliar
Koperasi Pedagang Pasar Kranggan Belkasi, Jawa Barat

Koperasi Pedagang Pasar Kranggan Bekasi bukukan aset Rp105 miliar

Bekasi (RJ) – Koperasi Pedagang Pasar Kranggan Kota Bekasi, Jawa Barat, membukukan perolehan aset senilai total Rp105 miliar pada 2017 dari hasil transaksi simpan pinjam pedagang.

“Jumlah aset ini meningkat dari periode 2016 senilai Rp80 miliar,” kata Ketua Umum Koppas Kranggan Anim Imamuddin di Bekasi, Sabtu.

Hal itu diungkapkannya dalam kegiatan Rapat Anggota Tahunan Koppas Kranggan 2018 yang berlangsung di Jalan Raya Pasar Kranggan Nomor 12, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Sabtu siang.

Anim mengatakan, jumlah anggota sampai dengan 31 Desember 2017 sebanyak 331 orang dari kalangan pedagang pasar tradisional dengan simpanan pokok Rp5 juta dan simpanan wajib Rp50.000 per bulan.

Perolehan aset tersebut, kata dia, didapat dari empat jenis usaha koperasi di antaranya Simpan Pinjam sebanyak 9.410 nasabah peminjam dengan omzet Rp47 miliar lebih, perdagangan dan jasa sebanyak 6.867 peminjam beromzet Rp4,8 miliar.

“Kita juga memiliki produk usaha Tabungan Cempaka dengan 18.701 penabung yang total saldonya terkumpul Rp49 miliar lebih. Simpanan Berjangka sebanyak 317 penyimpan dengan total saldo Rp29 miliar lebih,” katanya.

Dikatakan Anim, total kekayaan bersih yang diperoleh Koppas Kranggan hingga Desember 2017 mencapai total Rp8,6 miliar dari total nasabah mencapai 35.295 orang.

Sementara itu, dalam agenda RAT Koppas Kranggan 2018 juga ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Membangun Ekonomi Rakyat Melalui Koperasi”.

“Buku ini berisi tentang pengabdian saya di Koppas Kranggan selama 21 tahun,” kata Anim.

Buku setebal 155 halaman itu memuat tentang beragam pegalaman Anim selama memimpin koperasi yang sudah meraih sedikitnya sembilan kali penghargaan daerah maupun nasional.

“Saya mencurahkan seluruh ilmu dan pengalaman yang saya miliki seperti kemampuan manajemen koperasi, pengelolaan, tips mengatasi krisis, pertempuran saya dengan rentenir hingga menghadapi saingan dan cercaan. Buku ini bisa menjadi referensi bagi mereka yang ingin memulai atau tengah menjalankan usaha koperasi,” demikian Anim Imamuddin. [A3]

Sumber: Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: