Kemacetan di Cileungsi Makin Parah, Pemda Hanya Diam Saja
Kemacetan di Cileungsi menuju Jonggol maupun sebaliknya

Kemacetan di Cileungsi Makin Parah, Pemda Hanya Diam Saja

Cileungsi (RJ)– Kemacetan lalu lintas Jalan Raya Cileungsi, Kabupaten Bogor semakin hari semakin parah apalagi ketika hari sedang hujan, sepertiya tidak ada solusi yang diberikan pemerintah daerah (Pemda) baik kabupaten maupun provinsi dalam mengatasi hal ini

Kemacetan terjadi tidak hanya terjadi pagi, tapi juga siang hingga malam hari. Antrean kendaraan terlihat mengular panjang setiap harinya dari empat arah baik dari arah Cileungsi-Jonggol dan Jonggol-Cileungsi, serta di Jalan Narogong dari kedua arah yang dipicu pasar tumpah di Cileungsi.

Namun, kemacetan yang terjadi di arah Cileungsi-Jonggol maupun sebaliknya justru dipicu oleh kemacetan yang tidak jelas. Sempitnya jalan dituding sebagai biangkerok terjadinya kemacetan selama ini di Cileungsi.

Pelebaran jalan dan penataan gorong-gorong sempat dilakukan pelebaran setelah turunan flay over Cileungsi hingga terminal Cileungsi, namun selebihnya jalan hanya dua lajur saja.

Titik kemacetan di Cileungsi terjadi di pertigaan Perumahaan Permata Cibubur/Samix, dimana kendaraan dari fly over Cileungsi dan dari Permata menuju Jonggol bersinggung dari arus kendaraan dari arah Jonggol.

Titik kemacetan lain terjadi dari perumahan Metland. Kendaraan dari Metland bersinggungan arus kendaraan menuju Jonggol, apalagi di depan Metland ada tanjakan. Sehingga terkadang untuk mengurangi arus kemacetan. Kendaraan dari arah Cileungsi menuju Jonggol dibelokkan kiri ke Metland dan memutar di bundaran Giant baru menuju Jonggol.

Akibat kemacetan ini, antrean kendaraan baik roda dua, roda empat atau diatasnya (truk kontainer) hingga mencapai Gandoang, bahkan tunggilis. Sementara kemacetan menuju Jonggol dimulai dari flay over Cileungsi hingga Mekarsari.

Kemacetan ini menyebabkan waktu tempuh ke Cileungsi ke Jonggol maupun Jonggol Cileungsi memakan waktu lebih lama. Jika tidak macet waktu tempuh biasanya ditempuh antara 30 menit hingga 1 jam, bisa mencapai 3 jam.

Pada hari weekend, Sabtu-Minggu, kemacetan juga parah, bukan hari kerja saja. Justru kemacetan pada libur terlihat semakin parah, karena banyaknya masyarakat yang berlibur ke Taman Buah Mekarsari, Water Kingdom atau ketempat lainnya.

Saat ini perkembangan wilayah di Cileungsi begitu pesat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya perumahan kelas mewah maupun kelas menengah bawah.

Namun disayangkan, kondisi tersebut tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur yang seimbang. Tidak mengherankan, terjadi kemacetan jalan yang tak dapat dihindari setiap hari.

Alhafiz Rana, seorang warga Cileungsi menilai sepertinya tidak ada kepedulian dari Pemkab Bogor maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk meningkatkan infrastruktur jalan antara Cileungsi-Jonggol.

“Saya melihat seperti tidak ada yang peduli, sebetulnya kalau pihak berwenang punya goodwill pasti bisa teratasi. Padahal itu jalur utama yang sudah dikeluhkan banyak orang. Saya tidak habis fikir seperti tidak ada upaya untuk mengurainya,” kata Hafiz, Kamis (30/11/2017).

Warga Cileungsi lainnya, Ibnu Wijaya mengungkapkan, kemacetan di Cileungsi titik sumber kemacetannya. “Macetnya tidak jelas. Titik sumber kemacetan itu cuma ada di depan pintu masuk perumahan Metland Transyogi. Instensitas kendaraan tumplek di depan situ,” kata Ibnu.

Seperti diketahui Jalur Cileungsi Jonggol yang terbentang sejauh 15,8 km menghubungkan antara Jonggol hingga Cibubur merupakan jalur satu-satunya menuju Jakarta. Jalur ini juga menjadi jalur alternatif menuju Cikarang dan jalur alternatif ke Cianjur dan Puncak.

Kemacetan di jalur Cileungsi Jonggol ini sangat parah karena lebar jalan hanya 7 meter sementara kendaraan yang melewati jalur ini bukan hanya mobil pribadi atau motor, Melainkan bus dan truk milik developer serta truk container dari pabrik – pabrik yang tidak pernah diatur jam operasional sehingga bus dan truk tersebut bebas melenggang melewati Jalur Cilengsi Jonggol selama 24 jam.

Jalur jalan raya cileungsi jonggol tersambung dengan Jalan Transyogie yang dua jalur dengan separator, Namun jalan menyempit tepat di fly over Cileungsi dan turun dari fly over menjadi satu jalur selebar 7 meter untuk 2 arah sehingga saat kendaran besar seperti truk dan bus melintas 2 arah berlawanan akan menimbulkan kepadatan yang sangat tinggi.

Kemacetan bertambah dengan perlambatan akibat genangan atau jalan yang rusak, serta persimpangan kendaraan yang keluar masuk perumahan metland maupun terminal cileungsi dan permata cibubur serta bus-bus pariwisata maupun kendaraan yang akan berwisata di Taman Buah mekarsari maupun Water Kingdom.

Drainase atau got yang ada sangat tidak layak untuk sebuah jalur jalan provinsi, tak heran Jalur Cileungsi Jonggol selalu mengalami kerusakan dan mengalami pengaspalan tambal sulam dan bagaikan kubangan atau kolam ikan dan karena dalamnya genangan yang membuat lubang-lubang jalan tidak terlihat dan minimnya penerangan jalan sangat membahayakan pengendara motor. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: