Kalteng, Kalsel dan Kaltim Dijadikan Calon Lokasi Ibu Kota Baru
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Kalteng, Kalsel dan Kaltim Dijadikan Calon Lokasi Ibu Kota Baru

Jakarta (RJ) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan ada beberapa wilayah di Indonesia yang menjadi fokus pemerintah untuk dijadikan lokasi ibu kota baru.

Sebelumnya ibu kota disebut-sebut akan pindah dari Jakarta ke Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah. Palangkaraya merupakan kota yang digagas oleh Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno untuk dijadikan ibu kota.

“(calon ibu kota) bukan (cuma) di Palangkaraya,” kata Basuki, di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta kemarin.

Ada tiga wilayah yang dikaji oleh pemerintah. Yakni Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Timur (Kaltim). Saat ini, pemerintah melalui Bappenas tengah mengkaji rencana tersebut.

Pemerintah melakukan studi literatur mengenai negara-negara yang memisahkan kota administrasi pemerintahan dengan pusat perekonomian.

Melalui kajian itu akan diputuskan apakah rencana ini dapat terealisasi atau tidak. Jika kajiannya positif, maka kementerian terkait akan membuat detail engineering design (DED).

“Kalau memang (kajian) diputuskan, yes pindah (ibu kota), ya bisa mulai lebih maju lagi. Ini kan sekarang masih urban planning, merencanakan seperti apa kotanya,” kata Basuki.

Adapun kajian ditargetkan selesai akhir tahun 2017. Jika rencana ini jadi terlaksana, maka ibu kota baru tersebut akan menjadi pusat pemerintahan. Sedangkan Jakarta tetap menjadi pusat perekonomian.Skema pendanaan rencana ini melalui kerjasama antara pemerintah dengan swasta.

Masih hutan
Pada kesempatan itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan ketiga kawasan yang direncanakan jadi ibu kota anyar tersebut saat ini masih berbentuk tutupan kawasan hutan. “Masih kawasan hutan. Masih kawasan hutan,” kata Basuki.

Diungkapkannya, lahan tersebut sudah disiapkan pemerintah daerah. Luas lahan yang bisa dijadikan lokasi ibu kota baru, masih masuk dalam kajian. Termasuk di dalamnya apakah akan melibatkan swasta dalam pengembangan kawasan ibu kota negara yang baru.

“Jadi kalau misalnya kita butuh goverment area 30 ribu hektar, tapi kotanya bisa menjadi 80-100 ribu hektar. Maka sisanya itu bisa dikerjasamakan untuk bangun infrastruktur, itu masih kayak KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha),” tutur Basuki.

Dia melanjutkan, Bappenas yang jadi koordinator pemindahan ibu kota juga sudah memiliki daftar kementerian dan lembaga (K/L) yang kantornya diboyong dari Jakarta ke Kalimantan.

“Itu juga sudah di-list apa saja kedutaan apa saja dan lembaga apa saja. Baru di-list, tetapi kan belum diputuskan, baru kayak laporan-laporan pendahuluan saja,” pungkas Basuki. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: