Kabupaten Bogor Raih Penghargaan bidang Pariwisata dari Kemenpar
Bupati Bogor Nurhayanti saat menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata

Kabupaten Bogor Raih Penghargaan bidang Pariwisata dari Kemenpar

Jakarta (RJ) – Tingginya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor telah membuat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI memberikan apresiasi positif terhadap Kabupaten Bogor melalui penghargaan indeks pariwisata tertinggi di Indonesia.

Selain Kabupaten Bogor, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kota Denpasar, Kota Surabaya, Kabupaten Sleman, Kota Semarang, Kabupaten Badung, Kota Bandung, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bantul.
Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti berkesempatan hadir dalam pemberian penghargaan tersebut yang di serahkan secara langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya di Hotel Sultan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, (6/12/2016).

Ditemui selesai acara ini Bupati Bogor mengatakan bahwa ini merupakan penghargaan indeks pariwisata tertinggi di Indonesia dari 505 Kabupaten dan Kota di Indonesia dan Kabupaten Bogor masuk dalam 10 besar dengan kunjungan wisatawan di Indonesia.

“Kabupaten Bogor mendapatkan indeks 3,27, walaupun masih kalah dengan indeks Kota Denpasar yang sudah mencapai 3,81 namun kita masih bisa bersaing dengan daerah lain, dan akan terus kita dorong untuk di tingkatkan,” ujarnya.

Nurhayanti menambahkan bahwa penghargaan yang diterima sejalan dengan indicator termaju yang ingin di capai yaitu kunjungan wisatawan tertinggi di indonesia baik wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder) meliputi kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah dan media sebagai kekuatan pentahelix.

“Kerjasama semua unsur pariwisata ini sebagai Indonesia Incorporated menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan target 2017 hingga 2019 mendatang,” katanya.

Menpar Arief Yahya menegaskan kembali amanat Presiden Joko Widodo agar pertumbuhan sektor pariwisata dipercepat dan diakselerasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Arief, pemerintah dalam program pembangunan lima tahun ke depan fokus pada sektor infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang terhadap pembangunan nasional.

“Dari lima sektor tersebut pariwisata ditetapkan sebagai leading sector karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif,” sebutnya.

Prospek cerah pariwisata dunia tersebut menjadi acuan dalam menetapkan target pariwisata nasional ke depan.

Presiden telah menetapkan target pariwisata dalam lima tahun ke depan meningkat dua kali lipat, memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8 persen, devisa yang dihasilkan Rp 240 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

“Sampai saat ini kunjungan wisatawan yang menuju Kabupaten Bogor sudah mencapai angka 5,5 Juta, dan Pemerintah Kabupaten Bogor pun akan terus mempromosikan wisata di Kabupaten Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sayaga Wisata,” tambahnya. [A4]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: