Kabupaten Bogor Krisis Lahan Pertanian
LAHAN PERTANIAN KIAN MENYUSUT

Kabupaten Bogor Krisis Lahan Pertanian

Bogor (RJ) – Pemerintah Kabupaten Bogor mencoba melindungi lahan pertanian basah melalui Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nomor 11 tahun 2016.

Saat ini dari 45.000 hektare sawah yang ada di Bumi Tegar Beriman, 13 persen di antaranya tidak boleh dialihkanfungsikan lahannya.

“Tahun 2017 kami akan melakukan pemetaan, mana lahan sawah yang harus dilindungi oleh Perda nomor 11 tahun 2016. Mudah-mudahan pada tahun 2018 mendatang, Perda ini bisa diterapkan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Siti Nurianty, Selasa (29/11/2016).

Ia menambahkan, selain krisis lahan sawah Kabupaten Bogor juga krisis petani muda. Di mana usia petani saat ini di atas 40 tahun.

“Kalau Perda nomor 11 tahun 2016 ini untuk melindungi lahan sawahnya. Sementara agar para anak muda tertarik berprofesi sebagai petani, maka nilai tambah pertanian harus menjanjikan. Seperti selain menanam organik seperti padi, di lahan pertanian tersebut juga ditanami tanaman obat. Sehingga keuntungannya berlipat ganda,” sambungnya.

Pasokan beras dari sawah yang ada di Bumi Tegar Beriman sendiri baru mencukupi 65 persen kebutuhan masyarakat.

“Sisa 35 persen kebutuhan akan beras masyarakat Kabupaten Bogor didatangkan dari wilayah lain, seperti Kerawang, Cianjur, Solo dan lainnya,” terang Nurianty.

Terpisah Kabid Sarana Prasarana Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Ajat Jatnika menjelaskan dengan perlindungan Perda nomor 11 tahun 2016, maka lahan basah pertanian dilarang alih fungsi.

“Lahan pertanian basah ini boleh dijual atau dimiliki oleh selain petani, namun fungsinya tetap sawah. Kami bersikap saklek karena demi memenuhi kebutuhan beras dan melindungi rencana tata ruang wilayah,” jelas Ajat.

Apabila masyarakat atau swasta tetap ngotot, maka diwajibkan mengganti lahan basah tersebut dua kali lipat dari ukuran sebelumnya.

“Kalau ada yang ngotot mengalihkan fungsi lahan basah pertanian maka dia harus mengganti lahan basah tersebut dua kali lipat luasnya di lokasi lainnya dan lahannya pun harus setara atau layak digunakan untuk bertani,” tandasnya. [A3]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: