Jabar KLB Difteri, Purwakarta dan Karawang Terbanyak
Petugas RSUD Bayu Asih di ruangan isolasi, tempat dirawat dua pasien penderita difteri

Jabar KLB Difteri, Purwakarta dan Karawang Terbanyak

Bandung (RJ) – Wabah difteri menyerang Jawa Barat. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menangani wabah difteri yang telah berstatus kejadian luar biasa (KLB).

Ia berharap wabah difteri tidak terus meluas di masyarakat. “Kalau sudah KLB ya sudah (Dinkes) langsung tangani, sediakan obatnya, RS tersedia, tenaga medis juga,” kata Deddy usai menjadi pembicara seminar kehumasan di Hotel Marbella

Ia menilai penyakit seperti difteri biasanya disebabkan oleh faktor lingkungan hidup yang kurang terjaga. Sehingga, sambung dia, ia mendorong masyarakat untuk sadar terhadap lingkungan masing-masing agar terhindar dari penyakit serupa.

“Hampir 45 persen penyakit serupa itu karena faktor lingkungan hidup. Bisa karena sanitasi hingga sampah,” ungkap dia.

Pria yang karib disapa Demiz itu mengatakan, untuk penanganan wabah difteri ke depan harus dilakukan secara preventif dan promotif. Sehingga, sambung dia, berdampak terhadap menurunnya jumlah kasus wabah difteri di Jabar.

“Preventif dan promotif harus terus dilakukan. Bukan hanya kampanye tapi bagaimana membangun kesadaran menjaga lingkungan hidup,” tutur Demiz.

Masih dirawat
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terus menelusuri jejak penyebaran penyakit difteri di Jawa Barat, kemudian mengobati para penderitanya secepat mungkin.

Seharusnya, penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini tidak boleh muncul lagi di Jawa Barat, karena telah diantisipasi melalui vaksinasi.

Kepala Seksi Surveilans dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Yus Ruseno, mengatakan sejak awal 2017 sampai Rabu (6/12/2017), terdapat 123 kasus difteri di Jawa Barat.

Saking seriusnya masalah penyakit ini, jika muncul satu kasus difteri saja di Jawa Barat, katanya, maka dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Daerah dengan jumlah kasus difteri tertinggi di Jawa Barat, katanya, adalah Kabupaten Purwakarta dengan 27 kasus, Kabupaten Karawang 14 kasus, Kota Depok 12 kasus, Kota Bekasi 12 kasus, Kabupaten Garut 11 kasus, Kota Bandung 7 kasus, Sisanya tersebar di 14 kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat.

“Dua orang hari ini masih dirawat di Purwakarta, dua di Karawang, satu orang masing-masing di Kota Depok, Kota Bandung, dan ada yang dirawat juga di Jakarta. Kasus difteri ini terjadi sepanjang tahun,” kata Yus.

Setiap ditemukan satu kasus difteri, katanya, tim gerak cepat dari dinas kesehatan kabupaten dan kota bersama Provinsi Jabar menelusuri tempat-tempat yang dikunjungi penderita beberapa hari sebelum terinfeksi difteri, juga siapa saja yang ditemui penderita tersebut dalam beberapa hari sebelumnya.

Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak dan lemas. Dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat sangat fatal dan berujung pada kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: