Inilah Peta Negara yang Tolak, Dukung dan Abstain Yerusalem Jadi Ibukota Israel
Kota Yerusalem

Inilah Peta Negara yang Tolak, Dukung dan Abstain Yerusalem Jadi Ibukota Israel

New York (RJ) – Pemungutan suara (voting) di sidang darurat Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) lalu, mendapati 128 negara menentang langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Seperti dirilis situs PBB, hanya sembilan negara mendukung langkah Amerika, sementara 35 negara lain abstain. Ukraina yang sebelumnya di Dewan Keamanan PBB mendukung rancangan resolusi yang menolak langkah Amerika soal Yerusalem pada voting Kamis justru masuk dalam deretan negara yang abstain.

Mayoritas negara anggota PBB dalam sidang darurat Majelis Umum ini menuntut semua negara mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai status Yerusalem. Resolusi sebagai hasil pemungutan suara ini pun menyatakan “penyesalan mendalam” atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.

Berikut peta nega-negara dalam Sidang Majelis Umum PBB

Adapun 128 Negara Pendukung Resolusi Yerusalem atau Penentang AS adalah Afghanistan, Albania, Aljazair,

Andorra, Angola, Armenia, Austria, Azerbaijan, Bahrain, Bangladesh, Barbados, Belarus, Belgia, Belize, Bolivia, Botswana, Brasil, Brunei, Bulgaria, Burkina Faso, Burundi, Cabo Verde, Kamboja, Chad, Cile, China, Komoro, Kongo, Kosta Rika dan Pantai Gading.

Lalu, Kuba, Siprus, Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), Denmark, Djibouti, Dominika, Ekuador, Mesir, Eritrea, Estonia, Ethiopia, Finlandia, Prancis, Gabon, Gambia, Jerman, Ghana, Yunani, Grenada, Guinea, Guyana, Islandia, India, Indonesia, Iran, Irak, Irlandia, Italia, Jepang dan Yordania.

Kemudian Kazakhstan, Kuwait, Kyrgyzstan, Laos, Lebanon, Liberia, Libya, Liechtenstein, Lituania, Luksemburg, Madagaskar, Malaysia, Maladewa, Mali, Malta, Mauritania, Mauritius, Monako, Montenegro, Maroko, Mozambik, Namibia, Nepal, Belanda, Selandia Baru, Nikaragua, Niger, Nigeria, Norwegia, Oman, Pakistan, Papua Nugini, Peru, Portugal, Qatar, Republik Korea (Korea Selatan), Rusia, Saint Vincent dan Grenadines, Arab Saudi dan Senegal.

Selanjutnya Serbia, Seychelles, Singapura, Slowakia, Slovenia, Somalia, Afrika Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Sudan, Suriname, Swedia, Swiss, Suriah, Tajikistan, Thailand, Republik Macedonia, 118. Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, Republik Tanzania, Uruguay, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam, Yaman dan Zimbabwe.

Adapun 9 Negara Penentang Resolusi Yerusalem atau Pro-AS adalah Guatemala, Honduras, Israel, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, Togo dan Amerika Serikat

Sementara 35 Negara Abstain Resolusi Yerusalem adalah Antigua-Barbuda, Argentina, Australia, Bahama, Benin, Bhutan, Bosnia-Herzegovina, Kamerun, Kanada, Kolombia, Kroasia, Republik Ceko, Republik Dominika, Equatorial Guinea, Fiji, Haiti, Hungaria, Jamaika, Kiribati, Latvia, Lesotho, Malawi, Meksiko, Panama, Paraguay, Filipina, Polandia, Rumania, Rwanda, Kepulauan Solomon, Sudan Selatan, Trinidad-Tobago, Tuvalu, Uganda dan Vanuatu

Resolusi tersebut menegaskan kembali bahwa status final Yerusalem hanya dapat diselesaikan melalui pembicaraan langsung antara Palestina dan Israel sebagaimana disepakati dalam sejumlah resolusi PBB sebelumnya. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: