Inilah Pandangan Ketua Jonggol Cendekia soal Calon Ibukota Botim
Ketua Jonggol Cendekia Harry Hardiyana

Inilah Pandangan Ketua Jonggol Cendekia soal Calon Ibukota Botim

Jonggol (RJ) – Ketua Jonggol Cendekia Harry Hardiyana mengatakan, salah satu alasan usulan pembentukan daerah otonom baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur (Botim) terpisah dari daerah induknya Kabupaten Bogor adalah masalah rentang kendali pemerintahan.

Karena itu, hendaknya calon ibukota DOB Kabupaten Bogor Timur terletak di tengah-tengah dan mudah dijangkau oleh daerah lainnya, seperti Jonggol.

“Salah satu alasan adanya pemekaran adalah karena ruang kendali pemerintahan yang terlalu luas tidak akan menjadi tidak efektif seperti saat ini, harus ke Cibinong,” kata Harry di Jonggol, Rabu (24/1/2018).

Menurut Harry, calon Ibukota DOB Kabupaten Bogor Timur harus memenuhi unsur ini, yakni Secara geografis harus berada di tengah dan mampu dijangkau daerah lainnya. Titik rentang kendali yang tidak terlalu jauh ini, diharapkan menjadi factor efektivitas kinerja karena wilayah secara kendali terpantau hingga kepelosok.

“Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan pemerataan pembangunan. Maka dalam hal ini Jonggol yang paling layak menjadi calon Ibukota Bogor Timur,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, calon ibukota Bogor Timur harus menjadi wilayah pertumbuhan baru. Jika wilayah calon ibukota yang secara pertumbuhan sudah tinggi, maka sebetulnya tidak menyentuh semangat pemekaran itu sendiri, dan akan menumbuhkan pemekaran wilayah baru lagi.

“Maka jika Jonggol menjadi Ibukota Kabupaten Bogor Timur hal ini akan menarik pusat pertumbuhan baru di wilayah megapolitan. Ini juga akan berdampak domino kepada wilayah disekitar Jonggol lainnya yang belum berkembang ikut menikmati dampak positifnya,” ujar Harry.

Harry berpandangan secara akses Jonggol adalah wilayah yang dikelilingi akses jalan cukup banyak dan sejalan dengan rencana pembangunan jalan nasional. Pertama Rencana pengembangan jaringan jalan baru Nasional yang melalui wilayah Bogor Timur adalah Jalan tol Gunung Putri (Cibubur) – Cileungsi – Batas Kabupaten Bekasi (JORR III).

Kedua Rencana pengembangan jaringan jalan baru berfungsi kolektor primer II, yang merupakan jalan tembus antar wilayah kabupaten/kota perbatasan, meliputi ruas Lapan – Mekarsari, Gunung Putri – Wanaherang – Cileungsi, dan Cariu – Jagatamu (Batas Kabupaten Kerawang).

Ketiga Rencana pengembangan jaringan jalan baru berfungsi kolektor primer III, yang merupakan jalan lingkar kabupaten Bogor dan jalan tembus antar wilayah kabupaten/kota perbatasan, meliputi ruas Citeureup – Sukamakmur – Batas Kabupaten Cianjur, Gunung Putri – Bojong Kulur – Batas Kota Bekasi, Cariu – Babakan Raden – Batas Kabupaten Bekasi, dan Gunung Putri – Klapanunggal – Batas Kabupaten Bekasi.

Keempat Rencana pengembangan jaringan jalan baru berfungsi lokal primer I meliputi ruas Kranggan – Gunung Putri, Gunungputri – Klapanunggal – Cikahuripan – Linggar Mukti, dan Sentul – Bakanmadang – Sukamakmur – Tanjungsari.

“Jonggol merupakan potensi bagi wilayah Bogor Timur karena menghubungkan antara wilayah Jakarta-Bogor-Depok dengan akses-akses utama pergerakan orang dan barang ke arah timur pulau Jawa (jalur pantura) dan ke pusat wisata regional di kawasan puncak-cianjur sebagai jalur alternatif bagi jalur puncak yang saat ini sangat padat,” tandasnya.

Harry menegaskan, jika ditinjau secara ketersedian lahan, maka Jonggol sangat mampu untuk dijadikan Ibukota Kabupaten Bogor Timur, dibandingkan wilayah lainnya. Jonggol akan menjadi ibukota kabupaten yang wilayahnya bisa ditata secara rapih dalam tata kelola kota dan tidak terganggu arus pembangunan industry teknologi tinggi.

“Bahkan Jika ditinjau dari potensi bencana Jonggol adalah willayah yang cukup aman dan jikapun ada potensi dan masuk dalam katageri berbahaya adalah bencana tanah longsor (pergeseran tanah) untuk dibeberapa wilayah. Jonggol juga belum banyak pencemaran lingkungan,” katanya.

Disamping itu, kepadatan penduduk dan tingkat urbanisasi di Jonggol, tidak sepadat di Cileungsi dan Gunungputri yang sama-sama memiliki potensi sebagai calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur.

“Jadi menurut saya, ini salah satu kenapa Jonggol layak menjadi Ibukota Kabupaten Bogor, dibandingkan Cileungsi atau Gunungputri,” kata Ketua Jonggol Cedekia ini. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: