Inilah Empat Produk Mi Instan asal Korea yang Mengandung Babi
Mi Instan asal Korea Selatan mengandung babi, diimpor oleh PT Koin Bumi

Inilah Empat Produk Mi Instan asal Korea yang Mengandung Babi

Shin Ramyun Black, salah satu yang populer di Indonesia.

Jakarta (RJ) – Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) Indonesia menarik empat produk mi instan asal Korea karena mengandung unsur babi namun tak mengumumkannya di kemasan-kemasan produk itu. “Produk yang ditarik itu dari Samyang, Nongshim dan Ottogi,” kata Ria Anggraini, juru bicara BPOM di Jakarta kemarin.

Keempatnya adalah Mi Instan U-Dong dan Mi Instan rasa Kimchi produksi Samyang, Mi Instan Shin Tamyun Ramen Black dari Nongshim, dan Mi Instan Yeul Ramen dari Ottogi.

Ria Anggraini mengutip pernyataan BPOM lagi, bahwa hasil sampling dan pengujian BPOM menunjukkan, empat produk yang diimpor oleh PT Koin Bumi itu “menunjukkan positif terdeteksi mengandung DNA babi.”

Ramen Udon dan tiga produk lain mengandung DNA babi namun tak mencantumkannya di kemasan

Produk mengandung babi tidak dilarang di indonesia. Namun, peraturan POM Tahun 2016, menegaskan bahwa pangan olahan yang mengandung bahan yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan ‘Mengandung Babi,’ dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih.’

Ke-empat produk Korea ini tidak melakukannya, tambah Ria. Karenanya, Badan POM mencabut nomor edar keempat produk itu, dan memerintahkan importir PT Koin Bumi, untuk menarik ke-empat produk itu dari peredaran.

Belum ada tanggapan dari PT Koin Indonesia mengenai hal ini. Panggilan telepon ke kantor perusahaan ini dijawab oleh seorang karyawan, yang mengatakan tidak tahu apa-apa mengenai kasus ini.”Ini hari Minggu, manajemen libur, silakan hubungi lagi hari Senin,” katanya.

Ia menyatakan, sejauh ini, sebagai karyawan di bagian keuangan, ia belum mendapat perintah apa pun terkait keputusan BPOM ini.

Belakangan mi instan Korea mberhasil menciptakan pasar sendiri di Indonesia

Sejumlah mi instan merek Korea dalam beberapa tahun terakhir dijual di banyak supermarket di Indonesia dan telah menciptakan penggemarnya tersendiri. Salah satu yang paling populer adalah mie Samyang hot spicy chicken ramen yang dikenal sangat pedas.

 Seperti diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pencabutan nomor izin edar terhadap empat jenis mi instan asal Korea Selatan yang diketahui positif mengandung babi.

Keempat produk mengandung babi tersebut, yakni Mi Instan Samyang rasa U-Dong, Mi Instan Samyang rasa Kimchi, Mi Instan Nongshim varian Shin Ramyun Black, dan Mi Instan Ottogi varian Yeul Ramen. Keempat produk ini diimpor oleh PT Koin Bumi.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito, mengatakan importir sudah melanggar ketentuan yang ada. Menurut Penny, importir pada saat registrasi tidak menyampaikan bahwa produk yang mereka edarkan mengandung babi atau turunannya.

Sebagian produk dipromosikan untuk berbagai tingkat kepedasannya

“Kalau mengandung babi, sewaktu diregistrasi sudah harus melaporkan ke kami. Maka akan saya kasih nomor registrasi sendiri khusus untuk yang mengandung babi dan satunya lagi yang tidak mengandung babi,” kata Penny di Jakarta kemarin.

Tapi, Penny melanjutkan, setelah mendapat nomor registrasi dan surat izin impor, importir mengimpor produk yang tidak sesuai. Informasi adanya kandungan babi pada empat produk mi instan asal Korea ini diketahui oleh BPOM dalam pengawasan saat barang sudah masuk ke pasar (post-market).

Selain itu, Penny menyebut ada juga laporan dari masyarakat atas produk-produk ini. Setelah dicek dan dilakukan uji laboratorium, ternyata memang positif mengandung babi.

BPOM sudah berkomunikasi dengan importir keempat produk ini, yakni PT Koin Bumi. Kepada importir, BPOM telah meminta kepada importir yang bersangkutan untuk melakukan penarikan produk-produk tersebut dari peredaran. [A1]

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: