FUI Komitmen Aksi 112 Diisi Shalat Subuh Berjamaah

FUI Komitmen Aksi 112 Diisi Shalat Subuh Berjamaah

Jakarta (RJ) – Polisi menerima laporan akan ada aksi long march pada Sabtu, 11 Februari besok, atau aksi 112. Penyelenggara kegiatan tersebut adalah Forum Umat Islam (FUI).

Melihat waktu pelaksanaan yang hanya 4 hari menjelang hari pencoblosan, Polda Metro Jaya melarang aksi tersebut. Lebih dari itu, Polda melarang ada massa yang turun ke jalan.

FUI berdalih aksi tersebut dijamin undang-undang. FPI sebagai bagian dari FUI menambahkan bahwa long march tersebut berbentuk jalan sehat.

FUI selaku penyelenggara aksi 112 tetap akan mengadakan kegiatan itu meski ada larangan dari Polda Metro Jaya. Aksi tersebut, menurut FUI, dijamin undang-undang.

“Insya Allah akan ada aksi 112 karena aksi dijamin Undang-Undang Dasar 1945,” kata Sekjen FUI M Al-Khaththath ketika dimintai konfirmasi, Rabu (8/2/2017).

“(Aksi 112) itu jalan sehat. Itu pelaksana dan pengundangnya Forum Umat Islam, FUI. Karena FPI bagian dari FUI, maka FPI akan ikut serta dalam kegiatan tersebut,” imbuh juru bicara FPI Slamet Ma’arif saat dikonfirmasi terpisah Selasa (7/2/2017) malam.

Sebagai jalan tengah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memutuskan aksi 112 akan dialihkan menjadi kegiatan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Jika masih ada massa yang menggelar aksi di jalan, akan langsung dibubarkan.

FUI kemudian mengganti format aksi dan tempat. Sepanjang 11 Februari, akan digelar zikir dan tausiah nasional di Masjid Istiqlal. Rangkaian acara akan dimulai dengan salat subuh berjemaah.

“Untuk aksi 112, rencananya akan ada salat subuh berjemaah,” kata Al-Khaththath, Kamis (9/2/2017).
Di tempat terpisah, imam besar FPI Habib Rizieq Syihab bertemu dengan Menko Polhukam Wiranto. Wiranto mengungkapkan, dari pertemuan keduanya disepakati tak ada aktivitas melanggar hukum dalam aksi 112.

“Dari pemerintah yang berhubungan dengan polhukam, silakan saja kalau ada aktivitas, tapi jangan sampai melanggar hukum, ikuti aturan yang ada. Tadi sudah dibincangkan bahwa tidak ada aktivitas-aktivitas yang dilakukan betul-betul tidak melanggar hukum,” tegas Wiranto di rumah dinasnya, Kamis (9/2).

Menurut Habib Rizieq, pemindahan lokasi dari Monas ke Istiqlal merupakan inisiatif para ulama. “Yang semula dari Monas ke HI menjadi zikir dan tausiah nasional yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal. Sekali lagi ini betul-betul inisiatif ulama,” tutur Rizieq di kesempatan yang sama. [A1]

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: