Bupati Bogor Pimpin Rapat Forkominda Bahas Yayasan Thalita Cumi
Bupati Bogor pimpin Rapat Forkominda Kabupaten Bogor

Bupati Bogor Pimpin Rapat Forkominda Bahas Yayasan Thalita Cumi

Bogor (RJ) – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Kabupaten Bogor, melakukan rapat koordinasi membahas kegiatan kegiatan Yayasan Thalita Cumi Mama Sayang di perumahan Citra Indah City Kecamatan Jonggol.

Rapat dipimpin oleh Bupati Bogor Nurhayanti dan dihadiri pimpinan Forkominda se Kabupaten Bogor. Rapat tersebut juga membahas masalah kegiatan ibadah di perumahan Griya Parung Panjang Kecamatan Parung Panjang

Yayasan Thalita Cumi Mama Sayang yang berada di perumahan cluster Bukit Menteng Citra Indah, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol dikeluhkan warga. Sebab, yayasan itu kerap dijadikan kegiatan kebaktian, sehingga mengganggu kenyamanan karena melakukan peribadatan yang bukan pada tempatnya.

“Tidak hanya itu, banyaknya terjadi kasus tindak pidana atau kriminalitas seperti asusila bahkan sampai hamil diluar nikah, lansia yang meninggal di tempat, bahkan anak yang mencuri karena kelaparan serta adanya permohonan perpanjangan surat keterangan domisili usaha nomor : 503/35/xii/2011, yang habis masa berlakunya tanggal15 Desember 2012,” kata Bupati Bogor, Nurhayanti, Rabu (22/3/2017) lalu.

Bupati meminta dinas dan instasnsi terkaituntuk melakukan pengkajian dari berbagai aspek yang menyangkut kondisi yuridis, administratif, sosial atau lingkungan, serta psikologis anak yang berada di Yayasan Talitha Cumi Mama Sayang.

“Tentunya, camat pun harus melakukan koordinasi dengan jajaran muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat terkait kegiatan di yayasan tersebut agar tercipta situasi yang aman dan kondusif,” katanya.

Dalam rakor tersebut juga membahas adanya rumah tinggal yang dijadikan tempat ibadah bagi umat nasrani di erumahan Griya Parung Panjang, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang.

Menurut Bupati Bogor, rumah ibadah tersebut saat ini masih dalam status quo untuk menjaga kondusivitas di lapangan, tentunya dilakukan perijinan sesuai peraturan bersama Menteri Agama Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Jangan sampai bergejolak kembali masing- masing harus menahan diri, status que akan tetap diberlakukan sampai yang bersangkutan mengajukan perijinan. Bila semuanya memenuhi tidak akan dipersulit dan Camat, Kepala Desa, Kapolsek serta Danramil harus terus melaporkan kondisi yang ada,” tandasnya. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: