Bogor Siap Rebut Juara 1 Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tingkat Nasional
Bupati Bogor, Nurhayanti memberikan sambutan dalam acara Verifikasi Lapangan Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kkesehatan Tingkat Nasional Tahun 2017 di Desa Singasari Kecamatan Jonggol.

Bogor Siap Rebut Juara 1 Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tingkat Nasional

Jonggol (RJ) – Kabupaten Bogor cukup berbangga karena salah satu desa dari 417 Desa yakni Desa Singasari Kecamatan Jonggol terpilih mengikuti Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Ttingkat Nasional yang pada Selasa (18/4/2017) lalu, dinilai oleh pemerintah pusat melalui tim dari PKK pusat dan BKKBN yang dari 4 orang untuk melihat hasil dari pembinaan yang telah dilakukan.

Dalam sambutannya, Bupati Bogor mengatakan Kabupaten Bogor mempunyai misi antara lain meningkatkan kesalehan sosial dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatan aksesibilitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan Kesehatan dalam rangka meningkatkan Angka Harapan Hidip.

“Pemerintah Kabupaten bogor memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan perhatian dan kepedulian stakeholder pembangunan terhadap pengembangan potensi masyarakat desa, khususnya dalam program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta program kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan program pelayanan KB Medis Operasi Pria (MOP) bekerjasama dengan Tim Medis MOP BKKBN Provinsi Jawa Barat untuk Desa Singasari yang diselenggarakan pada Selasa (18/4/2017) dengan calon akseptor sebanyak 20 akseptor. Hasil pencapaian peserta KB MOP tentunya akan berdampak terhadap cakupan dan kualitas peserta KB di Desa Singasari.

“Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), pencapaian peserta KB baru tercapai sebanyak 35.322 akseptor atau 89,53 persen. Khusus untuk akseptor medis operasi wanita (MOW) dukungan anggtarab dari APBD Kabupaten Bogot, yaitu sebanyak 247 Akseptor,” katanya.

Masih menurut Nuryahanti, Program Kesehatan yaitu pemanfaatan dan pemeliharaan jamban oleh setiap anggota keluarga, penggunaan air bersih dan pemeliharaannya. Lalu, pemilihan, pengelolaan dan pemanfaatan sampah pada setiap rumah, program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) melalui kegiatan open Defrcation free (ODF) di 29 Desa serta peningkatan cakupan persalainan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 90 persen.

“Kami menyadari bahwa sebagai sebuah upaya pengembangan lebih lanjut tetap diperlukan, agar memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap cakupan pelayanan KB dan Kesehatan yang dilakukan melalui kelompok Dasa Wisma, Posyandu, Pos Pembantu KB Desa, Sub Pos Pembantu KB Desa di tingkat RW pos kesehatan Desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Tingkat Nasional Made Yudistira Dwipayana mengatakan verifikasi meliputi perilaku hidup bersih dan sehat, kegiatan PKK-KB-Kesehatan, Posyandu, dan lingkungan bersih-sehat. Selain itu, pola hidup tidak merokok di dalam rumah juga menjadi prioritas dalam verifikasi.

“Jangan hanya lomba saja, namun terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya. [A2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: