Beben Suhendar Kandidat Visioner yang Tahu Betul Membangun Bogor
Beben Suhendar, calon wakll bupati dan bupati kabupaten Bogor dalam Pilkada 2018

Beben Suhendar Kandidat Visioner yang Tahu Betul Membangun Bogor

Jonggol (RJ) – Beben Suhendar, salah satu kandidat yang baka ikut meramaikan bursa bupati-wakil bupati Bogor pada Pilkada 2018 mendatang mendirikan Beben Suhendar Center (BSC). Pendirian BSC guna menyampaikan ide dan gagasan Beben dalam membangun Bogor.

“Beben Suhendar Center atau yang disingkat BSC justru lahir dari inisiatif, ide dan gagasan masyarakat tanpa sepengetahuan Beben Suhendar sendiri ketika berdiri,” kata Harry Hardiyana, Ketua Beben Suhendar Center dalam rilisnya.

Menurut Harry, sosok Beben Suhendar yang kini menjabat sebagai Camat Jonggol, memiliki banyak sisi-sisi positif yang tidak dimiliki kandidat lain. Beben adalah figur yang visioner dan memiliki berbagai terobosan inovasi dalam membangun wilayahnya maupun solusi permasalahan kesejahteraan maupun pendidikan di masyarakat.

“Semenjak bertemu sosok Beben Suhendar bagi saya sudah memiliki nilai positif dengan telah memikirkan berbagai macam terobosan pada awal menjabat,” katanya.

Harry yang juga Ketua Jonggol Cendikia ini mengungkapkan, sepekan menjabat sebagai Camat Jonggol, langsung membuat terobosan dengan mendirikan 3 sekolah negeri baru sekaligus di Kecamatan Jonggol.

“Bukan hanya itu, keseriusannya untuk membangun daerah Beben Suhendar terus dilakukan dan selalu berpikir inovasi dalam bekerja,” katanya.

Melihat sosok Beben yang visioner itu, kata Harry, ia dan rekan-rekannya kemudian membuat lembaga bernama Jonggol Cendekia, yang berisi kumpulan intelektual muda dan mahasiswa yang berasal dari Jonggol.

Harry mengatakan, interaksi Jonggol Cendekia dengan Pemerintah Kecamatan Jonggol khususnya Camat Jonggol cukup intens, bahkan sebagai kepanjangan tangan dari Beben Suhendar dalam melaksanakan berbagai terobosan program-program di masyarakat.

“Kami melihat kemampuan dan kapasitas Beben Suhendar sebetulnya melebihi dari seorang camat. Sehingga inovasi yang telah digulirkanpun benyak mengalami kendala, karena kewenangannya memang terbatas, kecuali jika seorang kepala daerah,” katanya.

Karena itu, Harrry menilai sosok Beben Suhendar lebih tetap menjadi seorang kepala daerah atau wakil kepala daerah, bukan seorang camat.

“Menurut saya sosok Beben Suhendar sebetulnya layak memiliki kewenangan lebih dibandingkan hanya menjadi seorang camat. Dia seorang pemimpin visoner, bisa saja menjadi Bupati atau Wakil Bupati,” katanya.

Kepemimpinan Beben dalam menjalankan pemerintahan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, menurutnya, sudah teruji dengan baik. Selain menjadi Camat di Jonggol, Beben juga pernah menjadi Camat di Cileungsi, Sukajaya, Sukamakmur dan Tanjungsari.

“Pencanangan Jalur Puncak II di Sukamakmur dan penetapan Tanjungsari menjadi kota pendidikan di Bogor merupakan salah satu inovasi dari Beben Suhendar yang telah menorehkan kesan baik di masyarakat,” katanya.

Pendirian Beben Suhendar Center, selain digunakan untuk mendukung pencalonan Beben sebagai calon bupati dan wakil bupati Bogor dalam Pilkada 2018 mendatang, juga digunakan untuk menampung aspirasi masyarakat bawah.

“Saya berharap Beben Suhendar Center dapat menjadi lembaga kajian dan wadah para relawan dalam menyalurkan aspirasi untuk Bogor yang lebih baik. Untuk itulah kami Relawan Beben Suhendar Center memiliki jargon ‘Bogor Hade, Bogor Di Hate’,” katanya.

Harry mengungkapkan, dukungan kepada Beben Suhendar untuk mengikuti bursa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Bogor di Pilkada 2018 makin luas terutama di Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri, Klapanunggal, Jonggol, Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur

“Tidak hanya dukungan moril, tetapi juga banyak dari para relawan dan berbagai elemen menyumbangkan sumbangsihnya baik harta maupun tenaga, terutama dalam pengadaan alat peraga,” kata Ketua Beben Suhendar Center ini. (A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: