Beben Berharap Pemkab Bogor Anggarkan Pembangunan Rest Area untuk UMKM Jonggol
Staf Ahli Bupati Bogor, Camat Jonggol Beben Suhendar, Ketua UMKM Jonggol Nurjanah dan Anggota UMKM Jonggol berfoto bersama usai Musrembang

Beben Berharap Pemkab Bogor Anggarkan Pembangunan Rest Area untuk UMKM Jonggol

Jonggol (RJ) – Camat Jonggol Beben Suhendar berharap Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) Bogor menganggarkan pembangunan rest area di Jonggol dalam APBD 2018 Kabupaten Bogor. Rest area tersebut, nantinya akan diperuntukkan bagi pelaku UMKM di Jonggol untuk memasarkan produknya.

Usulan pembangunan rest area di Jonggol itu telah diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrembang) tingkat Kecamatan Jonggol di Aula Kecamatan Jonggol, Rabu (24/1/2018) lalu.

Camat Jonggol Beben Suhendar mengatakan, dengan tidak adanya rest area di tahun ini karena tidak dianggarkan dalam APBD 2017 lalu, pelaku UMKM yang telah dibentuk di Jonggol dibawa pimpinan Ketua UMKM Jonggol Nurjanah merasa rugi. Sebab, menjadi harapan baru para pelaku UMKM dalam meningkatkan ekonomi masyarakat ke bawah.

“Kami akan mengajukan kembali di musrenbang dan akan berkoordinasi dengan DPKPP (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) agar mengetahui tata ruangnya seperti apa. Yang penting ada pengadaan lahan untuk pelaku UMKM dalam mempromosikan produknya,” ujar Beben.

Keberadaan rest area tersebut, sambungnya, dirasa sangat penting. Sebab, UMKM yang biasanya tersebar bisa terfokus pada satu lokasi. Dengan begitu, mereka dapat terakomodir dengan baik dan usahanya bisa berkembang.

“Itu (rest area) bisa membuka peluang mereka untuk berkembang karena ada persinggahan bagi masyarakat luar yang melintas dengan memanfaatkan UMKM untuk memasarkan produknya,” tuturnya.

Beben menceritakan, tahun lalu memang direncanakan Jonggol mendapatkan alokasi untuk pengadaan rest area. Saat itu ada beberapa lokasi alternatif. Saat proses itu berlangsung dirinya sedang melaksanakan ibadah haji sehingga diserahkan kepada sekretaris kecamatan (sekcam).

Ia mengira proses telah selesai. Karena pengguna anggaran (PA) dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor yang telah membentuk tim. Sehingga pemerintah kecamatan tidak terlalu terlibat banyak. Namun diketahui bahwa lahan yang akan dibangun merupakan lahan basah. Sehingga tak boleh dilakukan pembangunan.

“Kami kaget juga saat tahu kabar itu, ketika mau mencari lokasi baru yang sesuai dengan rencana, pagu anggaran dan letak kestrategisannya waktunya tidak keburu karena mau akhir tahun,” pungkasnya.

Dalam Musrembang ini juga digelar bazar Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) dibawa binaan Kecamatan Jonggol. Berbagai produk hasil olahan yang dihasilkan anggota UMKM dipamerkan dibawa pimpinan Nurjanah selaku Ketua UMKM Jonggol. [A2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: