Amin Sugandi Kabarkan Usulan Pembentukan DOB Botim Direspon Baik Daerah Induk
Ketua Panitia Khusus (Pansus) DOB Bogor Timur (Botim) DPRD Bogor Amin Sugandi mengunjungi Sekretariat DPP Presidum Bogor Timur

Amin Sugandi Kabarkan Usulan Pembentukan DOB Botim Direspon Baik Daerah Induk

Jonggol (RJ) – Amin Sugandi, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor 2013-2018, DPRD Kabupaten Bogor  menyambangi Sekretariat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Presidium Bogor Timur, pada Rabu (15/2/2017)

Kedatangannya untuk menjelaskan usulan pemekaran Bogor Timur menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) terpisah dari Kabupaten Bogor, sebagaimana tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor 2013-2018.

“Alhamdulillah hal ini sangat direspon baik oleh para pengurus Presidium Bogor Timur,” kata Amin Sugandi, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Golkar.

Amin berharap, usulan pembentukan DOB Kabupaten Bogor Timur terpisah dari daerah induknya, Kabupaten Bogor dapat terlaksana secepatnya, sesuai dengan harapan masyarakat di timur Kabupaten Bogor.

“Kita berharap pembentukan DOB ini dapat terlaksana secepatnya, sesuai dengan harapan masyarakat di Bogor Timur,” katanya.

Amin menambahkan, adanya perubahan RPJMD ini salahsatunya dikarenakan adanya perubahan UU dari UU 32 Tahun 2004 menjadi UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan adanya PP 18 tentang Perangkat Daerah terkait perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.

“Terkait hal tersebut di atas, maka diperlukan adanya perubahan RPJMD 2013-2018. Selain itu juga ada aspirasi masyarakat yang harus diakomodir, diantaranya soal keinginan masyarakat Bogor Timur yang menginginkan dibentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur,” ujarnya.

Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Presidium Bogor Timur A Slamet Riyadhi mengucapkan rasa terimakasihnya, atas kunjungan ketua pansus yang telah meluangkan waktunya untuk berdialog mengenai beberapa poin terkait pemekaran Bogor Timur.

“Pak Amin sebagai Ketua Pansus DOB Botim (Ketua Pansus Perubahan RPJMD Kabupaten Bogor 2013-2018, red) datang kesini untuk menyampaikan perkembangan pembahasan usulan DOB Botim,” kata Slamet.

Menurutnya, hasil pembahasan dari pansus ini dalam waktu dekat akan dibawa dalam rapat badan musyawarah (bamus) DPRD Kabupaten Bogor, yang selanjutnya akan dijadwalkan untuk diparipurnakan.

“Kami pun diundang ketua pansus untuk menghadiri rapat bamus yang akan digelar tanggal 16 Februari 2017,” bebernya.

Seperti diketahui, Pemekaran DOB Kabupaten Bogor Timur menjadi salah satu usulan yang masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018 Kabupaten Bogor. Saat menyerahkan RPJMD itu ke DPRD setempat, Senin (9/1/2017) lalu, Bupati Bogor, Nurhayanti mengatakan pemekaran itu wajar-wajar saja.

“Ini sebagai jawaban atas aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor bagian timur yang ingin mandiri. Tentu prosesnya masih panjang. Tapi memasukkannya dalam revisi RPJMD merupakan jawaban aspirasi,” kata Nurhayanti di Gedung DPRD Kabupaten Bogor seusai Sidang Paripurna.

Dalam usulan tersebut disebutkan wilayah yang termasuk Kabupaten Bogor Timur antara lain Kecamatan, Tanjungsari, Cariu, Jonggol, Cileungsi, Klapanunggal, Gunungputri dan Sukamakmur. Ketujuh kecamatan itu terdiri dari 75 desa yang masing-masing memiliki potensi tersendiri.

Nurhayanti meyakinkan Kabupaten Bogor sebagai daerah induk, tidak takut kehilangan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat pemekaran itu. Ia menyebutkan potensi PAD di wilayah timur didominasi sektor industri. Selain itu, terdapat juga potensi wisata, pertanian dan lainnya.

Pemekaran itu dianggap bisa mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat yang selama ini dilakukan di Cibinong. “Ini proses awal. Setelah ini, baru bisa dilakukan kajian. Jadi bukan soal takut kehilangan PAD, tapi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Nurhayanti menegaskan.

RPJMD tersebut diakui Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi mendapatkan persetujuan dari semua fraksi dalam Sidang Paripurna kemarin. Termasuk di antaranya Rencana pemekaran Kabupaten Bogor Timur yang dikatakan Ade akan dibahas lebih lanjut oleh Panitia Khusus.

“Beberapa kali Presidium Pemekaran Bogor Timur datang ke DPRD meminta dimasukkan ke RPJMD,” kata Ade menceritakan alasan dimasukkannya usulan pemekaran daerah tersebut. Ia meminta masyarakat di wilayah timur daerahnya bisa ikut mengawal proses pemekaran yang berlangsung panjang.

Usulan tersebut diapresiasi Koordinator Presidium Kabupaten Bogor Timur, Jaya Abidin. Ia meyakinkan usulan pemekaran wilayah timur Kabupaten Bogor menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) semata-mata untuk mempercepat pembangunan di sana. Menurutnya, pembangunan di wilayah tersebut masih belum optimal.

“Di timur ini jadi pusat perindustrian di Kabupaten Bogor dan membuat kami yakin punya potensi yang baik dan mantap,” kata Jay. Ia memastikan pihak Presidium Bogor Timur siap menjalani proses pembentukan DOB Kabupaten Bogor Timur yang diperkirakan memakan waktu belasan tahun layaknya DOB Kabupaten Bogor Barat saat ini. [A1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: